di rumah yang ia tinggali bersama keluarga, tepatnya di RT 003 RW 003 Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang.
Rabu dinihari (22/9) menjadi malam yang memilukan bagi Khairul Umam dan keluarga. Hal yang tak pernah terbayangkan itu terjadi. Si jago merah melahap tempat ia dan keluarga bernaung hingga tak bersisa.
Di rumah itu pula ia pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Kedekatan dan kecintaannya pada keluarga membuat ia nekat menerobos kobaran api. Ia yang sebelumnya mampu menyelamatkan diri, memutuskan kembali masuk ke dalam rumah setelah menyadari sang ayah mertua terjebak di dalam rumah.
Nahas bagi dirinya, hingga kobaran api berhasil dipadamkan ia tak kunjung menampakkan diri. Malang baginya, ia tewas dalam peristiwa tersebut. Sedangkan Taufik, sang ayah mertua berhasil selamat dari kobaran api dengan cara melompat keluar dari lantai dua rumah.
Pria asal Aceh ini dimakamkan di makam keluarga sang istri yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Walaupun kematian adalah sesuatu yang pasti menimpa semua orang, raut kesedihan tidak dapat disembunyikan pihak keluarga yang berada di rumah duka. Terlihat rumah duka yang tidak jauh dari lokasi kejadian ramai dikunjungi masyarakat sekitar untuk melayat.
Seorang keluarganya dengan mata sembab melepas kepergian Khairul Umam untuk selamanya. “Umam kesayangan keluarga. Umam orang baik, Etek kenal betul dengan dia. Bahkan saat punya kesempatan menyelamatkan diri, tapi ia memilih untuk kembali karena teringat ayahnya. Jadi tidak benar jika ada yang memberitakan almarhum meninggal karena berusaha menyelamatkan harta benda,” ujar Len, saudara dari istri almarhum.
Ia juga mengungkapkan pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergiannya dan meminta doa terbaik dari semua masyarakat agar Umam dimudahkan jalannya. Semasa hidupnya Khairul Umam adalah sosok yang senang bergaul.
“Almarhum gampang dekat dengan siapapun, murah senyum. Walaupun ajal tidak ada yang tau, tapi masih tidak menyangka. Sebagai tetangga kami tentu turut merasa kehilangan,” ujar Novi, tetangga almarhum yang rumahnya ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
Len juga mengungkapkan hal yang sama. “Umam termasuk orang yang gampang bersosialisasi. Terbukti dengan dia yang dari Aceh tapi mampu membaur dengan masyarakat disini. Selain bersama keluarga, Umam juga sering menghabiskan waktu untuk sekadar mengobrol dengan tetangga. Jadi bukan hanya baik ke keluarga, namun juga ke semua orang,” ungkapnya.
Di lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi dan telah didirikan tenda penampungan Sementara yang bertuliskan Kementerian Sosial RI. (***) Editor : Novitri Selvia