Jumat (13/5/2022), Anggota Hipmi Padang mempertanyakan pemilihan Ketua BPC Hipmi Kota Padang 2022-2025, karena dianggap dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi, tanpa adanya persetujuan seluruh anggota.
Calon kandidat, Alizar Tanjung mengatakan, demokrasi yang telah dicederai oleh kepentingan tertentu oleh pelaku-pelaku di dalam tubuh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu.
“Dari awal kita sama-sama memperjuangkan demokrasi yang sehat. Sebab itu kita mengikuti setiap alur pemilihan Ketua BPC Hipmi Kota Padang. Mulai dari pemenuhan persyaratan. Kemudian terjadi pembubaran sepihak kepanitiaan. Kemudian terjadi lagi pemilihan SC dan OC yang baru. Kita ikuti juga. Kita kawal mengenai jadwal pelaksanaan. Hal yang sama terjadi lagi. SC dan OC kita, enggak tahu apa yang terjadi hingga terpilihnya Agung Hariyona sebagai Ketua Hipmi Padang 2022-2025,” jelas Alizar.
Ia menyebutkan, pemilihan ketua umum dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tanpa persetujuan anggota Hipmi sehingga hal ini telah menyalahi aturan karena Hipmi merupakan sebuah organisasi yang harus menegakkan demokrasi.
Sementara itu, salah seorang perwakilan anggota Hipmi Kota Padang, Dheby Ardila juga mengatakan ia kecewa akan keputusan yang diambil hanya sebelah pihak saja.
“Keputusan ini tidak dapat diterima oleh Anggota Hipmi BPC Padang karena kami sama sekali tidak tahu akan diadakannya muscablub,” jelasnya.
Menurutnya, dalam organisasi tentu juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan anggota. Namun, pihak BPD langsung memilih tanpa adanya persetujuan musyawarah dari anggota terlebih dahulu.
“Kita berharap agar demokrasi dalam organisasi ini dapat ditegakkan dengan serius. Sehingga hal-hal yang menjadi keputusan pun tidak akan cacat dan dapat diterima oleh anggota,” tutupnya. (cr5) Editor : Hendra Efison