Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bus MPM Melintas Zaman, Berinovasi Mengikuti Selera Penumpang

Novitri Selvia • Kamis, 19 Januari 2023 | 11:22 WIB
Yusran Maulana, Ketua PHRI Sumbar
Yusran Maulana, Ketua PHRI Sumbar
Dari sekian banyak jenis moda transportasi saat ini, ternyata moda transportasi darat masih diminati, bahkan kian diminati masyarakat. Apalagi di Sumatera Barat yang memiliki banyak perantau asal Pulau Jawa. Maka saat pergi merantau urang awak terbiasa naik bus.

Hal ini diungkapkan Staff Administrasi salah satu perusahaan bus antar kota antar provinsi (AKAP) PT Mutia Putri Mulia (MPM) yang berada di Jalan Raya Bypass Pisang Kilometer 7, Pauh V Padang, Digna Kasandra.

Pemain baru dalam industri jasa transportasi darat lintas provinsi yang ada di Ranah Minang ini baru resmi beroperasi pertengahan tahun 2019 silam. Meskipun masih seumur jagung, perusahaan otobus (PO) MPM bisa berkembang pesat setiap tahunnya.

Di awal tahun berdirinya, PO MPM hanya memiliki enam armada saja. Setiap tahunnya selalu bertambah hingga saat ini sudah mencapai 23 armada, yakni 8 bus premium dan 15 armada bus VIP.

“Kami selalu berinovasi mengikuti selera para penumpang. Yang awalnya hanya kursi biasa, kini bus kita semuanya sudah leg rest,” kata Digna kepada Padang Ekspres beberapa saat lalu.

Kursi bus AKAP dengan leg rest sangat berguna bagi penumpang agar kaki tidak pegal karena bisa penopang kaki selama perjalanan yang jauh dengan waktu tempuh yang lumayan lama.

“Rute kita saat ini, berangkat dari Kota Padang dengan tiga kota tujuan yakni Jakarta, Bandung dan Bogor. Pastinya, Jakarta adalah tujuan favorit. Di hari biasa, mungkin keterisian bus kita hanya sekitar 70 persen, namun jika di momen tertentu, bisa mengalami lonjakan yang tinggi,” katanya.

Selain menawarkan kursi dengan konsep leg rest, PO MPM juga menawarkan beberapa fasilitas lainnya sesuai dengan jenis bus yakni premium dan VIP.

“Untuk bus premium yang memiliki seat 30 kursi, kita memberikan fasilitas free wifi, toilet, LED TV, konfigurasi tempat duduk 2-2 yang lebih lega dengan leg rest pastinya, colokan USB di setiap kursi dan juga satu smoking room yang bisa digunakan satu orang secara bergantian,” lanjut dia.

Unit yang baru lahir pada 2022 ini dibangun menggunakan kombinasi sasis Hino R260 Air Suspension yang dipasangi bodi terbaru dari karoseri Laksana Legacy SR3 Panorama Single Glass, Ultimate Edition.

Pada vagian interior bus ini, juga dilengkapi sekat privasi antara penumpang dan sopir yang memiliki daya redam tinggi sehingga penumpang merasa nyaman dengan berkurangnya goncangan serta kebisingan selama perjalanan.

Lebih lanjut, di setiap Jumat, akan diberikan snack dalam rangka Jumat berkah. Untuk hari biasanya, PO MPM akan memberikan air mineral pada masing-masing penumpang. “Semua armada kita juga sudah full AC sehingga kita juga memberikan fasilitas bantal dan selimut bagi masing-masing penumpang dengan tujuan memberikan kenyamanan,” sambung dia.

Sedangkan untuk bus VIP, PO MPM memisahkan 28 seat untuk nonsmoking area dan 5 seat lagi disekat untuk smoking area. Sehingga memberikan ruang lebih bagi penumpang yang ingin merokok di sepanjang perjalan ke daerah tujuan.

Digna mengatakan, sejak pandemi Covid-19 melanda, saat aturan menggunakan transportasi udara semakin banyak, maka saat itu transportasi darat kembali meningkat. Apalagi, katanya, saat ini fasilitas bus semakin bisa menyaingi transportasi udara misalnya, namun dengan harga yang lebih affordable. Jadi, banyak yang kembali beralih menggunakan bus sejak saat itu.

Untuk satu kali perjalanan ke Jakarta dan Bogor, penumpang akan dikenakan biaya sebesar Rp 650 ribu dan Rp 700 ribu untuk tujuan Bandung menggunakan bus premium. Sedangkan jika ingin menggunakan bus VIP, tujuan Jakarta dan Bogor akan dikenakan biaya Rp 650 ribu dan Rp 675 ribu dengan tujuan Bandung.

“Jalur kita juga melalui jalan lintas timur Sumatera, jadi untuk sampai di Jakarta dengan keberangkatan pukul 10.00 dari Kota Padang, bisa sampai pukul 18.00 jika tak macet,” tuturnya.

Sebagai penyedia jasa, PO MPM sangat mengerti bahwa kenyamanan dan keselamatan penumpang adalah nomor satu. Mengingat perjalanan antar provinsi yang cukup jauh, PO MPM menyediakan dua orang sopir yang kompeten yang akan bekerja secara bergantian dan satu orang kernet.

Begitupun untuk perawatan armada, PO MPM yang memiliki bengkel khusus akan merawat armada secara berkala. Pun sebelum digunakan, akan selalu dipastikan armada dalam keadaan baik.

“Kantor pusat kita ada di sini, namun kita memisahkan bengkel kita yang berlokasi di Araipinang dengan aalah satu alasan memberikan kenyamanan bagi pelanggan agar tak merasa bising saat menunggu,” ujarnya.

Kenaikan jumlah penumpang, akan semakin terlihat di momen-momen seperti Lebaran, tahun baru dan libur sekolah bahkan sejak H-7. “Yang biasanya kami memberangkatkan 2-3 armada setiap hari, akan bertambah menjadi 4 armada yang diberangkatkan setiap harinya,” tambahnya.

PO MPM yang sudah bekerja sama dengan aplikasi pembelian tiket secara online, memberikan kemudahan lain bagi penumpang, sehingga penumpang tak perlu repot datang ke kantor.

“Mulai dari memilih jadwal keberangkatan, memilih nomor kursi dan pembayaran, semua sudah bisa dilakukan secara online. Jadi naik bus sekarang sudah seperti naik pesawat karena prosesnya sangat mudah dan cepat,” tukasnya. (***) Editor : Novitri Selvia
#otomotif #Jalan Raya Bypass Pisang #leg rest #mpm #bus MPM #PT Mutia Putri Mulia