Hingga saat ini, empat orang warga Lubukminturun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus deras luapan sungai.
Camat Kototangah, Fizlan Setiawan, membenarkan informasi tersebut. Ia memastikan keempat korban merupakan warga Lubukminturun yang ditemukan pasca peristiwa banjir.
“Iya, keempatnya warga Lubukminturun. Empat orang itu data pasti sudah ditemukan, kita masih identifikasi korban yang lain,” ujar Fizlan saat dimintai keterangan, Kamis (27/11/2025) siang.
Fizlan menjelaskan bahwa banjir ini dipicu oleh luapan Sungai Lubukminturun akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut tanpa henti.
Ketinggian air pada pagi hari dilaporkan mencapai lebih dari 2 meter di pemukiman warga. Arus air yang datang berwarna cokelat pekat, membawa serta material kayu dan lumpur yang memporak-porandakan rumah-rumah penduduk.
Dampak banjir di Kototangah tercatat sangat luas. Dari 13 kelurahan yang ada di kecamatan tersebut, hampir 15.000 jiwa dilaporkan terdampak bencana. Upaya evakuasi besar-besaran pun segera dilakukan.
“Untuk sekarang ini, hampir 6.000 warga telah kami evakuasi ke beberapa posko yang tersebar di setiap kelurahan,” jelas Fizlan.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, TNI, dan Polri masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Camat Kototangah juga menyebut bahwa masih ada satu orang lagi yang sedang diklarifikasi keberadaannya oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, menyusul kemungkinan adanya korban tambahan.
Terkait upaya penanganan dan antisipasi, Camat Fizlan mengimbau seluruh warga yang tinggal di dataran rendah dan dekat aliran sungai agar segera melakukan evakuasi secara mandiri ke daerah yang lebih aman.
“Kami himbau kepada warga yang tinggal di sekitar aliran sungai agar bisa evakuasi secara mandiri ke daerah aman. Jika butuh bantuan atau informasi darurat, segera hubungi aparat setempat, Pusdalops-PB, atau layanan Padang Command Center 112,” tegasnya.
Pihak berwenang saat ini terus bekerja keras untuk menghimpun data rinci korban dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. (cc1)
Editor : Hendra Efison