Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pascabencana Batubusuk, SMPN 44 Padang Kembali Maksimalkan Pembelajaran

Suyudi Adri Pratama • Selasa, 6 Januari 2026 | 14:57 WIB

Seorang guru sedang mengajar di SMPN 44 Padang di Batubusuk, Kecamatan Pauh, Selasa (6/1/2026).
Seorang guru sedang mengajar di SMPN 44 Padang di Batubusuk, Kecamatan Pauh, Selasa (6/1/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah proses normalisasi kawasan bencana di Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, aktivitas belajar mengajar di SMPN 44 Padang tetap berlangsung normal.

Meski demikian, kondisi lingkungan sekolah kini berubah signifikan setelah banjir bandang akhir November 2025 menghilangkan area persawahan di depan sekolah, sehingga jarak bangunan sekolah semakin dekat dengan aliran sungai.

Kawasan Batubusuk menjadi salah satu lokasi terdampak parah banjir bandang yang membawa material bebatuan dan pepohonan dari hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuranji. Peristiwa tersebut mengubah alur sungai secara menyeluruh dan mendorong perlunya normalisasi DAS secara komprehensif.

Kepala SMPN 44 Padang, Syafaruddin, mengatakan bahwa pascabencana, sekolah sempat difungsikan sebagai lokasi pengungsian sementara bagi warga terdampak. Posko relawan masih menggunakan area sekolah hingga beberapa hari setelah libur akhir tahun.

“Setelah libur dan bencana, kami bersama para siswa dan pihak terkait bergotong royong membenahi lingkungan sekolah. Hari ini proses belajar mengajar sudah kembali berjalan maksimal di kelas masing-masing,” ujar Syafaruddin, Selasa (6/1/2026).

Ia menyebutkan, sebanyak 19 siswa SMPN 44 Padang terdampak langsung oleh banjir dan longsor yang terjadi pada November lalu. Dampaknya beragam, mulai dari kerusakan ringan hingga berat, bahkan terdapat rumah siswa yang hanyut tersapu banjir.

“Ada empat siswa kami yang rumahnya hanyut seluruhnya. Selain itu, beberapa guru dan pegawai sekolah juga terdampak, dengan kondisi kerusakan ringan hingga berat. Hingga saat ini masih ada dua siswa yang belum dapat kembali mengikuti pembelajaran,” jelasnya.

Terkait kekhawatiran orangtua siswa karena lokasi sekolah yang kini semakin dekat dengan sempadan sungai, Syafaruddin menegaskan bahwa secara topografi posisi sekolah masih relatif aman karena berada lebih tinggi dari tepi sungai.

“Namun jika terjadi hujan di hulu atau debit air sungai meningkat, kami mengambil langkah antisipatif dengan mempercepat kepulangan siswa,” tambahnya.

Mengenai kemungkinan relokasi sekolah, Syafaruddin menyampaikan bahwa hingga kini belum ada pembahasan khusus dari Pemerintah Kota Padang. Untuk sementara, pihak dinas pendidikan masih mengondisikan proses belajar mengajar tetap berjalan sambil menunggu kebijakan lanjutan.

“Dalam kondisi saat ini, alhamdulillah proses belajar mengajar anak-anak masih berjalan aman,” pungkasnya. (yud)

Editor : Adetio Purtama
#Batubusuk #SMPN 44 Padang #pembelajaran #pascabencana