Ikon wisata Pantai Padang (Taplau) itu dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga yang menimbulkan bau menyengat.
Pantauan di lokasi menunjukkan air danau berubah menjadi hitam pekat.
Sampah plastik tampak mengapung di pinggir danau, menciptakan pemandangan kumuh yang kontras dengan garis pantai di seberangnya.
Aroma tidak sedap dari danau tercium hingga ke Jalan Samudera, jalur utama yang ramai dilintasi wisatawan.
Kondisi ini mulai mengganggu kenyamanan pengunjung kawasan pesisir tersebut.
Ilman, 46 tahun, wisatawan asal Jambi, mengaku terganggu oleh bau dari danau.
“Bau dari air yang kotor memang tercium sampai ke jalan. Kalau hujan turun, pasti lebih menyengat. Sebagai pengunjung, saya merasa kurang nyaman,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang setempat, Edi, 41 tahun. Menurutnya, bau dari danau sering dikeluhkan pelanggan yang makan di warungnya.
“Saya sering mendengar keluhan pembeli tentang bau danau yang busuk. Ini mengkhawatirkan karena bisa mengurangi jumlah pembeli, apalagi saya menjual makanan,” kata Edi.
Pencemaran danau diduga berasal dari aliran drainase kota yang membawa limbah domestik tanpa proses penyaringan.
Warga mendesak Pemerintah Kota Padang segera melakukan pengerukan dan normalisasi agar kawasan wisata Taplau tidak kehilangan daya tariknya.(CR3)
Editor : Hendra Efison