Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Keindahan Maninjau dan Puncak Lawang: Danau dan Perbukitan Nan Cantik

Novitri Selvia • Jumat, 3 Desember 2021 | 11:40 WIB
Pemandangan Danau Maninjau dari Puncak Lawang.(IST)
Pemandangan Danau Maninjau dari Puncak Lawang.(IST)
Maninjau adalah salah satu danau terindah di Sumatera Barat terletak di Kabupaten Agam. Sejak zaman Belanda, Maninjau merupakan destinasi wisata yang jadi unggulan karena banyaknya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sana. Seperti apa keindahannya?

Wisatawan mancanegara menyukai kawasan ini karena danau masih alami dan hijau. Airnya tenang, suasana tidak terlalu bising dan masyarakatnya yang ramah. Di Danau Maninjau sendiri pengunjung dapat menikmati danau dengan mengelilingi Danau Maninjau menggunakan sepeda yang memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Sambil mengabadikan foto yang menarik di beberapa spot. Terutama jika melihat nelayan yang sedang menangkap ikan dengan jala menggunakan biduk atau perahu. Ini salah satu spot yang ditunggu-tunggu oleh wisatawan asing.

Ada orang di kampung yang sedang menanam padi, maka wisatwan akan berhenti dan mengambil foto bahkan sampai ikut menanam padi atau menuai padi. Wisatawan asing merasa nyaman bila di Maninjau bahkan ada yang berminggu menginap di sini.

Apalagi ditambah dengan makanan khas dari Danau Maninjau yakni rinuak yang sangat enak. Sekarang penjual rinuak dapat ditemukan di sepanjang Danau Maninjau.

Danau Maninjau juga dapat dinikmati dari Puncak Lawang yang ketinggiannya 1.250 mdpl dari atas permukaan air laut. Disatu spot poin di Puncak Lawang ada tempat yang dapat melihat tujuh pemandangan yang berbeda dengan hanya memutar badan searah jarum jam.

Seperti Danau Maninjau yang merupakan (kaldera dari letusan besar gunung api purba), hutan pinus, Samudera Hindia dan Bukit Barisan, Gunung Marapi, Gunung Singgalang dan Gunung Talamau, Gunung Tandikek dan Gunung Sago, lalu Gunung Kerinci dengan julukannya atap Sumatera.

Puncak Lawang hanya 23 kilometer dari Kota Bukittinggi. Di Puncak Lawang wisatawan juga dapat menikmati tebu dan hasil gilingan tebu yang dinamakan gula saka.

Sekalian wisatawan dapat mengikuti proses pembuatan gula saka yang masih sangat tradisional dengan menggunakan kekuatan kerbau sebagai tenaga yang memutar kayu yang kemudian menggiling tebu.

Ketua DPD Asita Sumbar Arlan Dikusnata mengatakan, informasi akurat dapat dari Zola pengelola Puncak Lawang jumlah pengunjung dua minggu yang lalu sebanyak 850 orang. Minggu ini ada kenaikan kunjungan wisatawan menjadi 900 orang.

“Harapan kita kunjungan wisatawan terus meningkat dan destinasi wisata tetap melakukan prokes ketat,” katanya.

Untuk diketahui, Kaldera Maninjau terbentuk dari letusan gunung berapi yang diperkirakan terjadi sekitar 52.000 tahun yang lalu. Endapan dari letusan telah ditemukan dalam distribusi radial di sekitar Maninjau memanjang hingga 50 kilometer (31 mi) ke timur, 75 kilometer (47 mi) ke tenggara, dan barat ke garis pantai saat ini.

Endapan tersebut diperkirakan tersebar di lebih dari 8,500 kilometer persegi (3,282 sq mi) dan memiliki volume 220–250 kilometer kubik (53–60 cu mi). Kaldera memiliki panjang 20 kilometer (12 mi) dan lebar 8 kilometer (5,0 mi).

Danau Maninjau merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Danau Maninjau merupakan sebuah kaldera dari letusan besar gunung api yang menghamburkan kurang lebih 220-250 km3 material piroklastik.

Kaldera tersebut terbentuk karena letusan gunung api strato komposit yang berkembang di zona tektonik sistem Sesar Besar Sumatra yang bernama gunung Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding.

Kaldera Maninjau (34,5 km x 12 km) ditempati oleh sebuah danau yang berukuran 8 km x 16,5 km (132 km2). Dinding kaldera Maninjau mempunyai 459 m dari permukaan danau yang mempunyai kedalaman mencapai 157 m.

Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan. Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau.

Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.

Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatra Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km persegi yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Solok.

Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti hotel (Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran. (***) Editor : Novitri Selvia
#puncak lawang #v #pariwisata #rinuak #Danau dan Perbukitan #danau maninjau