Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kebakaran di Pasar Payakumbuh, Satu Toko Blok Timur B2 Hangus Dilalap Api

Syamsu Ridwan • Senin, 16 Februari 2026 | 09:58 WIB

Kebakaran melanda satu unit toko di Blok Timur B2, Pusat Pertokoan Pasar Payakumbuh, Senin dini hari (16/2/2026).
Kebakaran melanda satu unit toko di Blok Timur B2, Pusat Pertokoan Pasar Payakumbuh, Senin dini hari (16/2/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Kebakaran melanda satu unit toko di Blok Timur B2, Pusat Pertokoan Pasar Payakumbuh, Senin dini hari (16/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari dua jam oleh tim gabungan pemadam kebakaran.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh, Dewi Novita, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas tepat pukul 03.00 WIB. “Begitu laporan masuk, unit langsung berangkat dan tiba di lokasi pukul 03.01 WIB,” ujarnya.

Objek yang terbakar merupakan satu unit toko di kawasan Blok Timur B2 Pasar Payakumbuh. Api pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang melihat kobaran api, kemudian segera melaporkannya ke Posko Damkar Kota Payakumbuh.

Sebanyak lima unit armada dikerahkan untuk memadamkan api, yakni satu unit Canter, dua unit Fuso (Ayax dan Matra), satu unit Kijang operasional, serta satu unit Fuso bantuan dari Kabupaten Limapuluh Kota. Petugas berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan hingga situasi dinyatakan aman pada pukul 04.49 WIB.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, tiga personel Damkar mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap saat proses pemadaman berlangsung. “Anggota langsung mendapat penanganan medis di lokasi,” jelas Dewi Novita.

Ia menambahkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan kerugian materiil belum dapat ditaksir. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan sebagian besar area Blok Timur sehingga api tidak merembet ke bangunan lain. Tercatat satu toko terdampak dan satu bangunan lainnya sempat terancam sebelum api berhasil dikendalikan.

Meski kondisi telah dinyatakan hijau dan terkendali, Dewi Novita mengungkapkan sejumlah kendala di lapangan, antara lain keterbatasan alat bantu pernapasan (breathing apparatus), tidak tersedianya gerinda portable dan cutter spreader hidrolik untuk membuka paksa pintu, minimnya penerangan, keterbatasan alat komunikasi (HT), serta kekurangan alat pelindung diri seperti baju tahan panas, sepatu boot, helm, dan sarung tangan.

Pihaknya berharap dukungan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dapat ditingkatkan guna menunjang keselamatan personel serta meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran di lapangan. (rid)

Editor : Adetio Purtama
#Hangus #pasar payakumbuh #kebakaran