Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pasar Murah Payakumbuh Diserbu Warga, Sembako Disubsidi Hingga 30 Persen Jelang Idul Fitri

Hendra Efison • Selasa, 10 Maret 2026 | 23:08 WIB

Pasar murah Payakumbuh diserbu warga jelang Idul Fitri. Pemko subsidi sembako hingga 30 persen agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.
Pasar murah Payakumbuh diserbu warga jelang Idul Fitri. Pemko subsidi sembako hingga 30 persen agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.
PADEK.JAWAPOS.COM—Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh pada kegiatan pasar murah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (10/3/2026).

Sejak pagi hari masyarakat terlihat mengantre untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Antrean didominasi ibu rumah tangga, lansia, hingga pasangan muda yang ingin menyiapkan kebutuhan rumah tangga menjelang perayaan Idul Fitri.

Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar pasar murah tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran.

“Kita hadir di tengah masyarakat dengan menyediakan berbagai komoditas yang sangat dibutuhkan menjelang Idul Fitri. Melalui pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” ujar Elzadaswarman saat meninjau kegiatan tersebut.

Ia berharap masyarakat Payakumbuh dapat menyambut Idul Fitri dengan lebih tenang karena kebutuhan pokok dapat terpenuhi melalui kegiatan pasar murah yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah serta lahan yang belum tergarap untuk menanam berbagai komoditas pangan seperti cabai, bawang, dan sayuran.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan dapat menjadi salah satu solusi ketika terjadi lonjakan harga maupun keterbatasan pasokan bahan pangan di pasaran.

“Jika suatu saat kondisi sulit terjadi, hasil dari pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga. Kita tidak tahu bagaimana kondisi dunia ke depan, jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan,” katanya.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan peluang pasar dari program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kota Payakumbuh.

Menurutnya, SPPG diwajibkan membeli bahan baku logistik dari pedagang lokal, petani, nelayan, dan pelaku UMKM setempat sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Bazar Ramadan Pemprov Sumbar 2026 Resmi Dibuka, 200 Tenant Jual Sembako Harga Distributor di Kantor Gubernur

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh M. Faizal, didampingi Kabid Perdagangan Hayatil Mardhiyah, mengatakan pasar murah tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan PT Bulog Cabang Bukittinggi serta sejumlah distributor lokal.

Ia menjelaskan pemerintah memberikan subsidi sekitar 20 hingga 30 persen dari harga pasar sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

Beberapa komoditas yang dijual antara lain beras lokal premium sebanyak 3.000 kilogram dengan harga Rp145 ribu per karung, sementara harga pasar sekitar Rp180 ribu.

Minyak goreng kemasan dua liter dijual Rp30 ribu dengan stok 1.500 liter, lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp39 ribu.

Selain itu, gula pasir dijual Rp14 ribu per kilogram dari harga pasar Rp19 ribu dengan stok 1.000 kilogram.

Telur ayam sebanyak 300 tray dijual Rp40 ribu per tray, sedangkan harga pasar mencapai Rp55 ribu per tray.

Komoditas lain seperti cabai merah dan bawang merah dijual Rp25 ribu per kilogram dengan stok masing-masing 150 kilogram, sementara harga pasar mencapai Rp35 ribu per kilogram.

Bawang putih juga tersedia dengan harga Rp24 ribu per kilogram dari harga pasar Rp35 ribu dengan stok 100 kilogram.

Faizal menjelaskan bahwa pasar murah tersebut khusus diperuntukkan bagi warga Kota Payakumbuh yang dibuktikan dengan membawa fotokopi KTP saat berbelanja.

Salah seorang warga Bunian, Meri (40), mengaku sangat terbantu dengan adanya program pasar murah tersebut karena harga kebutuhan pokok biasanya meningkat menjelang Lebaran.

“Terima kasih kepada Pemko Payakumbuh yang mengadakan pasar murah ini. Sebentar lagi Lebaran, jadi kami bisa menyiapkan stok kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Yasrizal, Staf Ahli Irwan Suwandi, Kabag Perekonomian A. Arifianto, serta jajaran Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh.(*)

Editor : Hendra Efison
#pasar murah jelang Idul Fitri #pasar murah Payakumbuh 2026 #subsidi sembako #sembako murah Payakumbuh