Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekolah Daring Bukan Prioritas, Pemerintah Utamakan Pembelajaran Tatap Muka

N
Penulis: Novitri Selvia❯

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. (Foto: Dok. Kemenko PMK)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. (Foto: Dok. Kemenko PMK)

PADEK.JAWAPOS.COM-RENCANA pembelajaran secara daring hampir pasti batal. Sinyal tersebut tampak dari statemen Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam keterangan resmi terbaru, Selasa (24/3).


Advertisement

Pratikno menyebut, ada perhatian sangat besar dari Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.

Karena itu, khusus di bidang pendidikan, menjadi penting untuk menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.

Hal itu juga telah disepakati setelah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Advertisement

“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss,” ujarnya.

“Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” sambungnya.

Diakuinya, memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring.

Advertisement

Namun, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan, maka pembelajaran daring bagi siswa dinilai tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” paparnya.

Poin ini pun disampaikan olehnya dalam arahan internal kepada kedeputian kesehatan dan kedeputian pendidikan Kemenko PMK pada Senin (23/3).

Pratikno turut menegaskan ulang arahan Presiden pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, pada Jumat (13/3).

Di mana, situasi krisis global saat ini justru harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.

“Krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,” katanya mengulang arahan Presiden.

Selain swasembada pangan dan swasembada energi, transformasi pemerintahan dan pendidikan juga jadi fokus utama.

Sebagai bagian dari transformasi pemerintahan, Pratikno menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang.

Kemudian, perjalanan dinas yang non-esensial diminta untuk dipangkas, pertemuan dan rapat diimbau untuk bisa dioptimalisasi secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien.

“Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien,” pungkasnya. (lyn/mia/oni/jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dharmasraya Siaga 1 Karhutla hingga 24 September, Sekolah Kembali Daring

Dharmasraya Siaga 1 Karhutla hingga 24 September, Sekolah Kembali Daring

Dharmasraya tetapkan Siaga 1 Karhutla hingga 24 September setelah 64 hotspot dan udara tidak sehat. Sekolah kembali daring, masker ditambah.

Dharmasraya kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah Wajib Pakai Masker

Dharmasraya kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah Wajib Pakai Masker

Dharmasraya kembali menerapkan pembelajaran tatap muka mulai 16 September 2026 setelah sepekan belajar jarak jauh akibat kabut asap.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer