PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) segera membangun kembali jembatan Limau Gadang menuju Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara.
Pembangunan ini dilakukan untuk membuka kembali akses masyarakat yang terisolasi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025.
Anggota DPRD Pessel, Novermal Yuska, menyampaikan pada Selasa (7/1) bahwa pembangunan jembatan tersebut bersifat mendesak. Hingga 40 hari pascabencana, Nagari Ngalau Gadang masih terputus dan sulit diakses.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi merupakan akses utama kehidupan masyarakat Ngalau Gadang. Jika tidak segera dibangun, akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga akan semakin terhambat,” kata Novermal.
Ia menjelaskan, pada Senin (5/1) dirinya bersama tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pessel serta seorang ahli jembatan telah melakukan survei langsung ke lokasi terdampak.
Survei tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Pessel Zulfian Apriyanto, Sekretaris Camat Bayang Utara, wali nagari, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Berdasarkan hasil survei dan diskusi di lapangan, disepakati tiga alternatif pembangunan jembatan untuk membuka kembali isolasi Ngalau Gadang, yaitu pembangunan gorong-gorong baja (aramco) berdiameter lima meter, jembatan Bailey, dan jembatan gelagar besi IWF.
“Namun, setelah dilakukan pembahasan bersama Dandim 0311/Pessel Letkol Czi Theodorus Sambua dan Sekretaris Kabupaten Pessel Zainal Arifin, opsi yang dinilai paling memungkinkan dan aman adalah jembatan Bailey atau jembatan gelagar besi IWF,” jelas Novermal.
Ia menambahkan, saat ini DPRD Pessel bersama Dandim 0311/Pessel kembali mengupayakan bantuan jembatan Bailey dari pemerintah pusat.
Di sisi lain, Pemkab Pessel juga menyiapkan alternatif pembangunan jembatan gelagar besi IWF dengan pembiayaan dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Pessel, Zainal Arifin, saat dihubungi pada Selasa (7/1), menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan akses menuju Ngalau Gadang.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang mengedepankan aspek keselamatan dan keberlanjutan.
“Kami ingin memastikan jembatan yang dibangun aman, dapat dilalui kendaraan roda empat, dan benar-benar mendukung aktivitas masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Zainal.
Ia berharap pembangunan jembatan ini tidak hanya membuka kembali keterisolasian wilayah, tetapi juga mendorong pemulihan perekonomian serta menjamin akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami berharap dengan terbukanya akses ini, kehidupan masyarakat Ngalau Gadang dapat segera pulih,” katanya.
Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025 menyebabkan 10 rumah hanyut dan tertimbun, 13 rumah terancam longsor, serta 120 rumah terisolasi. Fasilitas pendidikan seperti TK dan SD, serta Puskesmas Pembantu juga terdampak.
Putusnya jembatan Limau Gadang menuju Ngalau Gadang dan tertimbunnya sejumlah ruas jalan mengakibatkan alat berat hingga kini belum dapat masuk ke lokasi.
Saat ini, masyarakat bersama TNI AD telah membangun jembatan darurat yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Namun, kondisi jalan masih ekstrem dan rawan kecelakaan, sehingga pembangunan jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat menjadi kebutuhan mendesak. (yon)
Editor : Novitri Selvia