Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bentengi Pelajar dari Ancaman Siber

S
Penulis: Syamsu Ridwan❯
Kepala Diskominfo Kota Payakumbuh Kurniawan Syah Putra memberikan materi literasi digital kepada peserta didik baru saat MPLS di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Payakumbuh.
Kepala Diskominfo Kota Payakumbuh Kurniawan Syah Putra memberikan materi literasi digital kepada peserta didik baru saat MPLS di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Payakumbuh.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat implementasi program Sekolah Ramah Anak dengan membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di kalangan pelajar. Langkah ini menjadi upaya membentengi generasi muda dari berbagai ancaman di ruang siber yang kian kompleks, mulai dari hoaks, perundungan siber ( cyberbullying ), penipuan daring, pencurian data pribadi, judi online, hingga manipulasi deepfake dan sextortion.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh dengan menggelar sosialisasi literasi digital kepada ratusan peserta didik baru di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Payakumbuh. Kegiatan edukasi itu menjadi bagian dari rangkaian Ma­sa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala Diskominfo Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra, mengatakan penguatan literasi digital merupakan bagian penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan beretika. Me­nurutnya, pelajar harus memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara aman sekaligus bertanggung jawab.

Advertisement

Pembekalan tersebut, kata Kurniawan, bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap peluang sekaligus risiko di ruang digital. Teknologi diharapkan mampu dimanfaatkan sebagai sarana belajar, ber­karya, berkolaborasi, dan me­ngembangkan potensi diri, bukan justru menjadi pintu masuk berbagai persoalan ya­ng dapat merugikan masa depan. “Media sosial harus menjadi ruang untuk belajar, ber­karya, dan berprestasi, bukan tempat me­lakukan perundungan. Saring sebelum sharing,” ujar Kurniawan di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan, per­kem­bangan teknologi digital telah membuka akses yang sangat luas terhadap ilmu pengetahuan, informasi beasiswa, peluang usaha, pengembangan kreativitas, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan ( artificial intelligence ) dalam proses pembelajaran.

Namun, kemudahan ter­sebut juga diiringi meningkatnya berbagai ancaman di rua­ng siber. Karena itu, pelajar diharapkan menjadi pengguna internet yang cerdas dengan mengoptimalkan teknologi untuk kegiatan yang bernilai positif sekaligus menghindari aktivitas digital yang berpotensi merugikan diri sendiri.

Advertisement

Selain memahami risiko di internet, siswa juga diingatkan pentingnya menjaga jejak digi­tal. Menurut Kurniawan, setiap unggahan, komentar, maupun foto yang dibagikan di internet akan meninggalkan rekam jejak yang dapat memengaruhi reputasi, tingkat kepercayaan, bahkan peluang karier pada masa mendatang.

Ia juga mengajak pelajar menerapkan pola hidup digital yang sehat (digital well-being ). Cara­nya antara lain membatasi waktu penggunaan gawai ( screen time ), mematikan notifikasi saat belajar, tidak menggunakan telepon seluler selama jam pelajaran, serta menjaga keseimbangan dengan berolahraga, beristirahat cukup, dan memperbanyak interaksi langsung bersama keluarga.

Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar di tengah tingginya intensitas penggunaan perangkat digital oleh remaja.

“Kita boleh menggunakan teknologi, tetapi jangan sampai teknologi yang mengendalikan kita. Pola hidup digital yang sehat akan melahirkan pikiran yang cerdas, tubuh yang sehat, dan pribadi yang lebih produktif,” katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP mendampingi guru dan siswa Nagari Campago mengembangkan project pembelajaran menjadi produk entrepreneurship melalui literasi digital

Sering Cari Informasi lewat AI? Begini Cara Memastikan Jawabannya Benar

Sering Cari Informasi lewat AI? Begini Cara Memastikan Jawabannya Benar

Sering memakai AI untuk mencari informasi? Pelajari cara mengecek jawaban AI, memeriksa sumber, dan memastikan klaimnya benar.

AICCON Ke-6 Bahas Mitigasi Bencana

AICCON Ke-6 Bahas Mitigasi Bencana

AICCON ke-6 di Padang membahas komunikasi lingkungan, mitigasi bencana, literasi digital, dan kecerdasan buatan bersama akademisi berbagai negara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer