Kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi keselamatan warga dan kebutuhan penanganan darurat di area terdampak.
Longsor dipicu hujan berintensitas tinggi dan menyebabkan tujuh rumah warga ambruk. Sekitar 25 rumah lainnya tercatat berada dalam kondisi rawan ditinggali karena pergerakan tanah masih terjadi di sekitar lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPRD Kabupaten Solok Iskan Nofis, Kepala DPRKPP Retni Humaira, Camat Gunung Talang Riswandi Bahauddin, Wali Nagari, Kepala Jorong Bukit Gompong, serta elemen masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa penanganan darurat difokuskan pada evakuasi warga, bantuan logistik, dan percepatan perbaikan dam tebing Perumahan Griya Hansela 1 yang ikut terdampak longsoran.
Warga Minta Penanganan Cepat dan Alat Berat
Safrisol, Ketua Komplek Griya Hansela 1, menyampaikan permintaan warga agar alat berat segera dikerahkan. Ia menyebut pergerakan tanah masih terjadi beberapa hari setelah longsor.
Menurut Safrisol, terdapat dua titik mata air di area longsor yang juga disaksikan langsung oleh Bupati dan rombongan. Titik mata air yang tertimbun diduga berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan.
Pemkab Akan Lakukan Pengkajian Teknis
Kepala DPRKPP Retni Humaira menyatakan akan dilakukan pengkajian ulang terhadap pembangunan Perumahan Griya Hansela 1, termasuk analisis kedalaman tanah dan aspek teknis lain yang perlu ditinjau kembali dalam waktu dekat.
Bupati mengimbau perangkat nagari, kecamatan, dan dinas terkait untuk mempercepat identifikasi solusi bagi warga Griya Hansela 1 serta melakukan evaluasi terhadap tata pembangunan perumahan di wilayah rawan bencana.
Bupati juga meminta masyarakat tetap waspada serta mengikuti arahan petugas, terutama bagi warga di zona rawan longsor. Pemerintah daerah menyiagakan pusat pengungsian sementara apabila kondisi mengharuskan relokasi.
Sebelum meninggalkan lokasi, Bupati memberikan bantuan awal berupa uang tunai kepada warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan mendesak.(*)
Editor : Hendra Efison