Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jelang Ramadhan 2026, Pemkab Solok Luncurkan Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga

Dila Kartika Sari • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:59 WIB

Pemerintah Kabupaten Solok mengambil langkah strategis untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan pangan melalui peluncuran program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Pemerintah Kabupaten Solok mengambil langkah strategis untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan pangan melalui peluncuran program Gerakan Pangan Murah (GPM).
PADEK.JAWAPOS.COM—Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, Pemerintah Kabupaten Solok mengambil langkah strategis untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan pangan melalui peluncuran program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) di lingkungan Kantor Dinas Perikanan dan Pangan, Jalan Raya Koto Baru, Kabupaten Solok. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang hari besar keagamaan.

Peluncuran Gerakan Pangan Murah dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Ir. Syoufitri, yang hadir mewakili Bupati Solok. Kegiatan ini juga dihadiri berbagai pihak, di antaranya perwakilan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Kepala Perum Bulog Cabang Solok Hendra, serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Syoufitri menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Kolaborasi yang terjalin hari ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan pangan. Kami berkomitmen membangun sistem pangan daerah yang tangguh, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Syoufitri.

Melalui program ini, sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Keterlibatan berbagai pihak seperti Bulog, TTIC, serta pelaku usaha lokal juga menunjukkan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. (cr8)

Editor : Adetio Purtama
#pemkab solok #gerakan pangan murah #Ramadhan 2026