Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Surau Batu, Permata Religi di Perbukitan Universitas Andalas

Mengki Kurniawan • Sabtu, 1 November 2025 | 10:53 WIB

Surau Batu Jabal Rahmah Fakultas Pertanian UNAND, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Surau Batu Jabal Rahmah Fakultas Pertanian UNAND, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Di balik rindangnya perbukitan Universitas Andalas (UNAND), Padang, berdiri sebuah tempat ibadah yang memikat pandangan siapa pun yang datang.

Dari kejauhan, tampak dinding-dinding batu yang tersusun alami, menyerupai gua di tengah hutan tropis.

Itulah Mushalla Batu Jabal Rahmah, yang lebih akrab disebut Surau Batu—permata religi yang menjadi ikon kebanggaan kampus hijau tersebut.

Pagi itu, udara sejuk dari arah perbukitan menyambut setiap langkah menuju Surau Batu. Jalan beton yang membelah kebun percobaan Fakultas Pertanian mengantarkan pengunjung melewati hamparan hijau dan pepohonan rindang.

Sesekali, panorama Kota Padang terlihat dari sela dedaunan, menambah kesan tenang dan damai sepanjang perjalanan yang memakan waktu sekitar sepuluh menit dari gerbang utama kampus.

Begitu tiba di lokasi, suasana teduh langsung terasa. Dinding batu kali dengan berbagai ukuran membentuk struktur mushalla yang kokoh sekaligus alami.

Di dalamnya, lantai ubin putih berpadu dengan langit-langit yang dicat polos, menciptakan kesan sederhana namun bersih.

“Tempatnya sejuk sekali, pemandangannya bagus, dan bangunan batunya unik, sangat realistis. Cocok untuk istirahat,” ujar Muhammad Kenzie Okfriwandi (19), mahasiswa Teknik Komputer Unand, yang kerap berkunjung setelah berolahraga pagi.

Surau Batu bukanlah bangunan baru. Ia lahir dari semangat kebersamaan dosen dan staf Fakultas Pertanian UNAND pada tahun 2008, dan diresmikan pada 1 Desember 2014.

Ide awalnya sederhana: menghadirkan tempat ibadah yang mengingatkan pada kesederhanaan rumah ibadah di masa Nabi, agar menumbuhkan rasa rendah hati dan kedekatan spiritual dengan alam.

Kini, fungsinya meluas. Tak hanya menjadi tempat ibadah bagi mahasiswa dan dosen yang berpraktik di kebun percobaan, Surau Batu juga menarik perhatian para pegiat jogging, pesepeda, dan wisatawan lokal.

Banyak yang datang sekadar beristirahat, berswafoto, atau menikmati kesejukan udara pegunungan.

Baca Juga: Burnley vs Arsenal: Arteta Incar Kemenangan ke-9 Beruntun di Semua Kompetisi

Fenomena Putra Andimi (18), mahasiswa Agribisnis UNAND, mengakui daya tarik tempat ini. “Suasananya menenangkan, arsitekturnya bagus dan unik. Tempat yang pas untuk melepas lelah,” tuturnya sambil tersenyum.

Namun, keindahan itu juga menuntut tanggung jawab. Surau Batu sempat ditutup beberapa waktu lalu karena masalah kebersihan akibat pengunjung yang tidak menjaga lingkungan.

Setelah perbaikan jalan dan pembersihan dilakukan oleh pihak kampus, surau ini kembali dibuka dan menjadi destinasi favorit di kawasan perbukitan UNAND.

“Sayangnya, di sini belum tersedia WC, dan sinyal telepon seluler juga kurang baik,” tambah Kenzie.

Kendati begitu, kekurangan kecil itu tidak mengurangi pesona Surau Batu. Dengan udara segar, panorama hijau, dan arsitektur batu yang unik, mushalla ini tetap menjadi simbol harmoni antara iman, alam, dan keilmuan.

Kini, Surau Batu bukan sekadar tempat untuk bersujud, tetapi juga ruang untuk menyegarkan batin di tengah hiruk-pikuk kehidupan kampus. Ia menjadi pengingat bahwa keindahan dan ketenangan dapat lahir dari kesederhanaan—asal dirawat dengan rasa hormat dan cinta.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#Surau Batu UNAND #musala unik #universitas andalas #wisata religi Padang