Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SPBU Padangpanjang Macet Total, Suplai BBM Hanya Sepertiga

Yuwardi Tanjung • Kamis, 11 Desember 2025 | 13:36 WIB

TUNGGU GILIRAN: Para pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU 14271531 Silaiang Bawah, Kota Padangpanjang, kemarin.
TUNGGU GILIRAN: Para pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU 14271531 Silaiang Bawah, Kota Padangpanjang, kemarin.

PADEK.JAWAPOS.COM-PERTAMA kalinya sepanjang sejarah, antrean kendaraan di SPBU di Kota Padangpanjang sampai mengular sejak pagi hingga malam.

Pantauan di lapangan pada Rabu (10/12) di SPBU 14271531 Silaiang Bawah, antrean panjang kendaraan bermotor, mobil dan truk mencapai ratusan unit sejak tiga hari belakangan.

Sesuai arahan pihak SPBU, kendaraan bermotor mengantre di sisi kanan jalan arah pusat kota, mobil berjejer ke jalan arah SMA Negeri 3 dan truk di sisi kiri arah Silaiang Bawah.

Manager SPBU Silaiang M Irfan membenarkan kondisi antrean parah pengisian BBM di SPBU tersebut telah terjadi sejak tiga hari belakangan.

Hal ini dikatakan Irfan, akibat minimnya pasokan yang disuplai pihak Pertamina sejak pascabencana. Bahkan jumlah yang rutin diterima, hanya mencapai sepertiga dari permintaan rutin.

“Setiap harinya orderan kita sebanyak 24 ton untuk masing-masing jenis BBM. Namun setelah bencana, kita hanya mendapatkan suplai hanya delapan ton masing-masing BBM,” beber Irfan di kantornya, Rabu (10/12) kemarin sore.

Dijelaskannya, SPBU Silaiang yang biasanya mendapatkan suplai sampai tiga kali sehari, pascabencana hanya satu kali, dan juga berbagi dengan SPBU Ngalau.

“Hari ini (kemarin), kita baru mendapatkan pasokan Pertamax pada pukul 15.00 WIB. Sedangkan Pertalite dan Bio Solar yang masuk malam hari, sudah habis sejak pukul 10.00 WIB pagi,” beber Irfan.

Menyikapi kondisi tersebut, Irfan mengaku tidak melayani pembelian Pertalite menggunakan jerigen. Hal ini untuk menjaga kenyamanan sesama pengendara yang mengantre.

“Kita hanya melayani pengisian BBM ekstra dengan botol Aqua untuk pengendara yang berada dalam barisan antrean. Namun tidak melayani orang yang langsung mendatangi pompa pengisian,” pungkas Irfan.

Salah seorang pengendara Gunuang, Roby, 27, mengaku sudah mengantre lebih dari satu jam sejak pukul 14.30 WIB sebelum tangki pengangkut BBM datang.

“Karena dua SPBU lainnya juga kosong, kebanyakan pengendara hari mengantre di sini. Kami berharap pemerintah memiliki kebijakan untuk mengantisipasi kelangkaan parah seperti ini, karena sangat berpengaruh bagi ekonomi masyarakat,” ungkap Roby.

Sementara itu dua SPBU lainnya yang terletak di Ngalau dan Gantiang, hingga berita ini diturunkan masih terpantau kosong tidak ada aktivitas. Pihak terkait tidak berhasil ditemui untuk dikonfirmasi. (wrd)

Editor : Novitri Selvia
#SPBU Padangpanjang #Silaiang Bawah #antrian BBM #bbm