Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi, Joni Feri, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut laporan dari masyarakat diterima sekitar pukul 15.17 WIB.
“Kami menerima laporan adanya mobil terbakar di SPBU Garegeh. Dugaan sementara, kendaraan tersebut sedang melakukan aktivitas melangsir bahan bakar minyak,” ujar Joni Feri, Senin malam.
Menindaklanjuti laporan itu, Regu Piket Brama DPKP Bukittinggi langsung dikerahkan ke lokasi.
Waktu respons tercatat sekitar lima menit sejak laporan diterima hingga petugas tiba di tempat kejadian.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh badan mobil Avanza tersebut. Selain kendaraan, kebakaran juga berdampak pada fasilitas SPBU.
Data DPKP mencatat dua unit mesin pompa bensin Pertamina serta bagian plafon SPBU turut mengalami kerusakan akibat jilatan api.
Untuk proses pemadaman, DPKP Kota Bukittinggi mengerahkan tujuh unit armada pemadam kebakaran.
Dukungan tambahan datang dari Pemerintah Kabupaten Agam yang mengirimkan dua unit armada.
“Total ada 35 personel gabungan yang dikerahkan untuk pemadaman dan pendinginan,” jelas Joni Feri.
Petugas melakukan pemadaman, dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada potensi api susulan.
Selain itu, tim juga memberikan edukasi keselamatan kepada pihak terkait di lokasi kejadian.
Hingga Senin malam, nilai kerugian material akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan.
Aparat berwenang juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.(CC1)
Editor : Hendra Efison