Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dampak Bencana, Damri Padang Sediakan Angkutan Gratis Padang–Bukittinggi selama Nataru

Riyadhatul Khalbi • Sabtu, 27 Desember 2025 | 11:14 WIB

Kondisi terkini di Pool Damri Cabang Padang yang berada di Parupuktabing, Kototangah, kemarin.
Kondisi terkini di Pool Damri Cabang Padang yang berada di Parupuktabing, Kototangah, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lazim dimanfaatkan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman maupun berwisata. Namun, situasi liburan Nataru kali ini terasa berbeda, khususnya bagi masyarakat di Pulau Sumatera, menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada permukiman warga, fasilitas umum, hingga akses jalan penghubung antarwilayah. Di Sumatera Barat, salah satu akses utama yang terdampak adalah jalan Lembahanai, jalur vital penghubung Padang dengan sejumlah kota dan kabupaten di sekitarnya.

Meski saat ini telah dibuka secara terbatas dengan sistem buka-tutup terjadwal, kondisi jalan tersebut belum sepenuhnya pulih.

Sebagai alternatif, jalur Padang–Solok via Sitinjaulauik kini menjadi akses utama yang relatif tidak terdampak bencana. Namun, pengalihan arus kendaraan ke jalur ini justru menimbulkan kepadatan lalu lintas, mengingat karakter jalan Sitinjaulauik yang dikenal curam dan rawan kemacetan.

Kondisi ini berdampak pada terbatasnya mobilitas transportasi darat, baik kendaraan pribadi, angkutan umum antarkota, maupun kendaraan logistik, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Nataru.

Di tengah keterbatasan akses darat tersebut, Perum Damri Cabang Padang menghadirkan layanan Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Gratis untuk rute Padang–Bukittinggi. Program ini diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi pascabencana.

General Manager Damri Cabang Padang, Suprihatin, mengatakan bahwa selama periode Nataru, Damri tetap mengoperasikan seluruh trayek sesuai kebijakan kantor pusat.

“Damri Cabang Padang menjalankan program angkutan Nataru untuk seluruh trayek, baik trayek keperintisan, KSPN, maupun angkutan reguler. Kami juga mengoperasikan angkutan Pemadu Moda dari Bandara Internasional Minangkabau ke pusat kota,” ujarnya saat ditemui di Pool Damri Padang, Parupuktabing, Kecamatan Kototangah, Jumat (26/12).

Ia menjelaskan, Damri Cabang Padang melayani sejumlah trayek KSPN yang mencakup kawasan wisata strategis, seperti Lembah Harau (Kabupaten Limapuluh Kota), Kawasan Saribu Rumah Gadang (Muarolabuah), Geopark Silokek (Sijunjung), Bukit Langkisau (Pesisir Selatan), Danau Maninjau (Agam), serta Ngarai Sianok (Bukittinggi).

Terkait kondisi jalur Padang–Bukittinggi yang terdampak bencana, Suprihatin menyebutkan bahwa kebijakan operasional dilakukan berdasarkan arahan BPTD Kelas II Sumatera Barat.

“Untuk jalur yang terdampak, kami menerapkan pola transit dan estafet, dari Padang menuju Lembahanai, kemudian dilanjutkan dari Lembahanai ke Bukittinggi. Dua trayek ini dikolaborasikan untuk melayani masyarakat dengan tarif gratis sebagai bentuk bantuan dari Kementerian Perhubungan melalui BPTD,” jelasnya.

Program angkutan gratis ini, lanjut Suprihatin, merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap daerah yang terdampak bencana, termasuk Sumatera Barat. Selain membantu mobilitas masyarakat, layanan tersebut diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi selama masa pemulihan.

“Program ini ditujukan agar pergerakan ekonomi tetap berjalan. Masyarakat yang ingin bekerja, berkunjung, atau memiliki keperluan lain tetap bisa terakomodasi. Apalagi saat Nataru biasanya terjadi lonjakan tarif, sementara kebutuhan mobilitas meningkat. Kami hadir dengan layanan gratis untuk membantu pemulihan aktivitas pascabencana,” ujarnya.

Terkait respons masyarakat, Suprihatin mengungkapkan bahwa antusiasme pengguna cukup terlihat, meski di lapangan terdapat dinamika dengan pihak lain yang juga menggantungkan penghasilan dari sektor transportasi.

“Kami memahami ada benturan kepentingan di lapangan. Namun, ini adalah program pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana. Kami berharap semua pihak bisa memahami tujuan layanan ini,” katanya.

Ia juga menambahkan, meskipun kondisi pascabencana masih berlangsung, terjadi peningkatan jumlah penumpang pada beberapa layanan Damri, terutama angkutan bandara.

“Dari perolehan penumpang memang ada sedikit kenaikan, terutama di angkutan bandara. Sejak tanggal 18 Desember mulai terlihat peningkatan, dengan puncaknya terjadi pada 24 Desember kemarin,” ungkapnya.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode libur Nataru tahun-tahun sebelumnya, Suprihatin menilai tren penggunaan transportasi darat di Sumatera Barat masih mengalami penurunan.

Hal ini diduga akibat dampak bencana yang membuat sebagian masyarakat menunda atau membatalkan rencana perjalanan keluar daerah. (cr4)

Editor : Adetio Purtama
#dampak bencana #angkutan gratis #nataru #damri #padang #padang bukittinggi