Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cerita Peserta Magang Kemnaker di Padang, Dari Imigrasi hingga Media Digital

Riyadhatul Khalbi • Senin, 2 Maret 2026 | 11:53 WIB

Foto Rahmi Fauza (23) (dua dari kanan) dengan rekan-rekan magang Kemnaker di Kantor Imigrasi Kelas I TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Padang beberapa waktu lalu.
Foto Rahmi Fauza (23) (dua dari kanan) dengan rekan-rekan magang Kemnaker di Kantor Imigrasi Kelas I TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Padang beberapa waktu lalu.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan Program Magang Nasional bagi lulusan perguruan tinggi akan kembali dibuka pada semester I tahun 2026.

Program ini menjadi kelanjutan dari tiga sesi yang telah dilaksanakan sepanjang 2025 dan ditujukan untuk memberikan pengalaman kerja langsung bagi para fresh graduate di berbagai sektor.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa pembukaan batch ke-4 tersebut menargetkan jumlah peserta yang sama seperti tahun sebelumnya.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi melalui pendampingan mentor di tempat magang, bimbingan teknis, serta pengawasan langsung di instansi atau perusahaan mitra.

Pengalaman Peserta di Kota Padang

Sejumlah peserta di Kota Padang mengaku merasakan manfaat signifikan dari program ini. Rahmi Fauza (23), lulusan Sastra Inggris Universitas Andalas, saat ini mengikuti Magang Kemnaker batch 2 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang sebagai duta layanan.

Ia memilih posisi tersebut karena ketertarikan pada bidang keimigrasian dan pelayanan publik. Tugasnya meliputi memberikan informasi prosedur pembuatan paspor, memastikan kelengkapan dokumen pemohon, membantu penumpang di bandara dalam pengisian All Indonesia (Arrival Card), hingga mendampingi penggunaan autogate imigrasi.

“Peran ini menuntut saya komunikatif, teliti, dan sigap menghadapi berbagai situasi pelayanan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Rahmi mengaku kemampuan komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, serta adaptasi meningkat signifikan. Tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang padat di awal masa magang.

Ia berharap ke depan terdapat sesi evaluasi atau pembekalan karier di akhir program untuk membantu peserta menyiapkan langkah berikutnya.

Asesmen Psikologis hingga Kepemimpinan

Peserta lain, Rafi Rizky Andriansyah (24), lulusan Psikologi Unand, menjalani magang di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang sebagai staf divisi psikologi. Ia bertugas melaksanakan asesmen psikologis, konseling, menyusun laporan profesional, hingga mendukung pengembangan SDM dan kesejahteraan mental pegawai.

Selain itu, Rafi dipercaya sebagai ketua peserta magang yang bertanggung jawab atas koordinasi program kerja seluruh peserta di instansinya.

Ia mengakui tantangan bekerja di lingkungan rutan cukup besar karena interaksi dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memiliki batasan ketat. Namun, pengalaman tersebut meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan.

Rafi berharap sistem pendaftaran daring ke depan dapat diperbaiki agar tidak lagi mengalami kendala teknis seperti pada periode sebelumnya.

Magang di Industri Media dan Digital

Program ini juga membuka peluang di sektor media dan industri kreatif. Berliannisa Elsan (23), lulusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Padang, mengikuti magang sebagai social media specialist di Padang Ekspres.

Tugasnya mencakup pengelolaan konten digital, mulai dari penyuntingan video berita, penulisan ulang caption, produksi konten live, hingga rekapitulasi data performa seluruh platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, dan WhatsApp Channel.

Menurutnya, pengalaman tersebut meningkatkan pemahaman tentang strategi konten, manajemen audiens, serta pentingnya konsistensi dan ketelitian dalam pengelolaan media sosial profesional. Tantangan terbesar adalah manajemen waktu, terutama ketika volume berita meningkat dan menuntut pembaruan informasi secara cepat.

Jembatan Menuju Dunia Kerja Profesional

Secara umum, para peserta menilai Program Magang Nasional Kemnaker memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapan kerja, baik dari sisi keterampilan teknis maupun mentalitas profesional.

Program ini dinilai menjadi jembatan penting bagi fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, sekaligus membuka peluang jejaring dan pengembangan karier di masa depan.

Dengan target 100.000 peserta pada 2026, Kemnaker berharap program ini mampu menjangkau lebih banyak lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan memperkuat daya saing tenaga kerja muda di pasar kerja nasional. (cr4)

Editor : Adetio Purtama
#imigrasi #magang kemnaker #padang #media digital