Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, perbaikan jalan tersebut tengah dipercepat secara bertahap agar tidak mengganggu mobilitas pemudik.
Dinas BMCKTR Sumbar saat ini mengelola jaringan jalan provinsi sepanjang 1.690,50 kilometer yang tersebar di 65 ruas jalan.
Berdasarkan data teknis terbaru, tingkat kemantapan jalan provinsi secara keseluruhan telah mencapai 71,10 persen.
Secara rinci, kondisi jalan kategori baik tercatat sepanjang 980,45 kilometer atau sekitar 58 persen. Sementara itu, jalan dengan kondisi sedang mencapai 221,57 kilometer.
Adapun jalan rusak ringan tercatat sepanjang 121,88 kilometer, sedangkan jalan rusak berat mencapai 366,60 kilometer yang saat ini tengah diupayakan penanganannya secara bertahap oleh pemerintah provinsi.
Perbaikan Ditargetkan Tuntas H-5 Lebaran
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Dinas BMCKTR Sumbar, Tommy Prima Putra, mengatakan perbaikan jalan difokuskan pada penanganan lubang dan pemeliharaan rutin di seluruh ruas jalan provinsi.
“Kami tengah mempercepat proses perbaikan lubang atau patching serta pemeliharaan rutin di seluruh ruas jalan provinsi. Target kami, seluruh pengerjaan fisik dan pembersihan sisa material di badan jalan harus tuntas pada H-5 Lebaran agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujar Tommy.
Menurutnya, langkah percepatan perbaikan dilakukan untuk memastikan infrastruktur jalan tetap fungsional saat puncak arus mudik berlangsung.
Posko Siaga dan Alat Berat Disiapkan
Selain melakukan perbaikan, Dinas BMCKTR juga menyiapkan sistem posko siaga di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi gangguan di badan jalan, terutama akibat bencana alam.
Baca Juga: Reses DPRD Agam di Manggopoh, Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Berlubang
Langkah ini diambil karena Idulfitri 2026 jatuh pada periode Maret hingga April yang identik dengan curah hujan tinggi. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya tanah longsor maupun kerusakan jalan.
Dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, sebanyak 14 wilayah diidentifikasi sebagai daerah rawan longsor.
Pemerintah daerah menyiagakan personel serta alat berat di enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) guna merespons cepat jika terjadi gangguan pada jalur jalan provinsi.
Posko pertama berada di Lubuk Sikaping untuk memantau wilayah Pasaman dan Pasaman Barat. Posko kedua ditempatkan di Payakumbuh yang mencakup wilayah Limapuluh Kota, Tanahdatar, dan Padangpanjang.
Selanjutnya, Posko ketiga berada di Sungai Landia untuk mengawasi jalur menuju Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
Untuk wilayah selatan dan timur, Posko keempat berada di Kota Solok yang meliputi Solok Selatan hingga Sawahlunto. Posko kelima berada di Sijunjung untuk memantau jalur menuju Dharmasraya, sedangkan Posko keenam disiagakan di kawasan Mandeh untuk mengawasi jalur Padang, Padangpariaman, dan Pesisir Selatan.
Setiap posko diperkuat oleh personel siaga harian dan tim on-call yang siap bergerak selama 24 jam. Dukungan peralatan seperti backhoe loader dan dump truck juga disiapkan untuk membersihkan material longsor secara cepat jika terjadi gangguan di jalan.
Jalur Malalak Masih Terbatas
Salah satu perhatian khusus saat ini berada di Jalur Malalak, tepatnya ruas Koto Mambang–Balingka. Akibat dampak bencana sebelumnya, jalur tersebut sementara hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Tommy menjelaskan pihaknya terus melakukan pembersihan material longsor serta normalisasi saluran air di sejumlah ruas jalan padat, termasuk Manggopoh–Padang Luar.
“Kami mengimbau para pemudik untuk tetap waspada, terutama saat melintasi daerah perbukitan ketika hujan turun. Kami juga sudah mulai memasang rambu-rambu kerja dan pengarah di titik-titik yang sedang dalam perbaikan guna menjamin keamanan pengguna jalan,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, Dinas BMCKTR Sumbar berharap kondisi jalan provinsi tetap dapat dilalui dengan aman selama periode arus mudik Lebaran.(*)
Editor : Hendra Efison