Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Arus Balik Lebaran di Sumbar Terancam Cuaca Ekstrem, Gelombang Capai 2,5 Meter

Syamsu Ridwan • Rabu, 25 Maret 2026 | 11:26 WIB

BMKG Minangkabau keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sumatera Barat 10–16 Maret 2026, sejumlah daerah berpotensi hujan lebat dan angin kencang. (freepik)
BMKG Minangkabau keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sumatera Barat 10–16 Maret 2026, sejumlah daerah berpotensi hujan lebat dan angin kencang. (freepik)

PADEK.JAWAPOS.COM-Cuaca cerah berawan hingga hujan sedang akan mendominasi Sumbar pada momen arus balik Lebaran tahun ini. Namun di sejumlah wilayah, berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Di wilayah perairan, gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa lokasi strategis. Perkiraannya mencapai 2,5 meter.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Minangkabau Decky Irmawan mengungkapkan, kondisi atmosfer hingga 30 Maret mendatang masih cukup dinamis.

“Sumbar masih dipengaruhi dinamika atmosfer global, regional, dan lokal, termasuk monsun asia dan aktivitas gelombang atmosfer seperti Kelvin dan Rossby,” jelasnya, kemarin (24/3).

Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Aceh serta daerah pertemuan angin yang memicu pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang cukup kuat juga mendukung terbentuknya awan konvektif. Terutama pada siang hingga sore hari.

“Hal ini menyebabkan potensi hujan masih cukup tinggi. Khususnya di wilayah pesisir barat dan bagian timur Sumbar,” tekan dia.

Pada periode 24–26 Maret 2026, cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, masyarakat diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi di Pasaman, Pasaman Barat, Agam, dan Pesisir Selatan.

Sementara itu, pada periode 27–30 Maret 2026, cuaca diperkirakan berawan hingga hujan sedang di sebagian besar wilayah Sumatera Barat.

Potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah dengan status waspada terhadap hujan lebat hingga sangat lebat. Di antaranya Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Dharmasraya.

Selain hujan, potensi angin kencang juga perlu diantisipasi, terutama di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Kota Padang.

Decky mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang yang dapat dipicu kondisi cuaca ekstrem tersebut.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya dalam merencanakan aktivitas transportasi darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruangan seperti ibadah dan wisata.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh akibat cuaca panas pada siang hari dengan mengurangi paparan sinar matahari langsung, memperbanyak konsumsi air, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung.

Gelombang Tinggi di Perairan Sumbar

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca di perairan Sumbar untuk periode 25 Maret hingga 28 Maret 2026.

Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur Sahat Mauli Pasaribu mengimbau masyarakat dan pelaku aktivitas laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah titik.

Berdasarkan data yang dirilis, kondisi cuaca di wilayah perairan Sumbar diprediksi akan bervariasi mulai dari cerah berawan hingga hujan ringan.

Terkait kondisi gelombang, BMKG mengategorikan tinggi gelombang dalam level rendah hingga sedang. Namun, Sahat menekankan, adanya potensi tinggi gelombang yang mencapai 2,5 meter di beberapa lokasi strategis.

“Diperkirakan terjadi di wilayah perairan Timur Siberut, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, hingga Barat Pagai,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, kondisi angin secara umum bertiup dari arah Barat Laut menuju Utara dengan kecepatan yang meningkat secara bertahap.

Mulai dari kisaran 2–9 knots pada hari pertama hingga mencapai 11 knots pada akhir periode prakiraan.

Selain cuaca dan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur juga merilis prediksi pasang surut untuk 25 Maret 2026.

Air laut diprediksi pasang pada pukul 09.00-12.00 WIB, sementara kondisi surut terjadi pada dua periode: pukul 16.00-18.00 WIB dan pukul 03.00-05.00 WIB.

Simpang Piladang Padat

Di sisi lain, arus balik Lebaran terpantau ramai dan lancar di sejumlah ruas jalan di Sumbar, kemarin. Salah satunya, pada jalur penghubung Bukittinggi menuju Payakumbuh.

Berdasarkan pantauan Padang Ekspres di lapangan, volume kendaraan yang melintas didominasi oleh pelat nomor luar Sumbar dengan tujuan Riau.

Kendaraan roda dua dan roda empat terlihat terus mengalir tanpa hambatan berarti, meskipun kepadatan meningkat dibanding hari sebelumnya.

Sementara itu, arus dari arah sebaliknya, yakni dari Payakumbuh menuju Bukittinggi, terpantau tidak sepadat arus utama. Kendaraan tetap melintas dengan kecepatan relatif sedang.

Kepadatan sempat terjadi di beberapa titik. Salah satunya di Simpang Piladang. Titik ini menjadi lokasi pertemuan tiga arus kendaraan, masing-masing dari arah Tanahdatar, Bukittinggi, dan Payakumbuh.

Penumpukan kendaraan terjadi akibat tingginya volume lalu lintas yang bertemu di persimpangan tersebut.

Untuk mengantisipasi kemacetan dan pelanggaran lalu lintas, petugas memasang pembatas berupa road barrier dan tali pembatas agar pengendara tetap tertib dan tidak saling serobot.

Di ruas Labuhluruih, arus lalu lintas terpantau lancar tanpa kendala berarti. Kendaraan dapat melaju dengan kecepatan normal.

Memasuki pintu gerbang Kota Payakumbuh, tepatnya di kawasan Ngalau Indah, arus kendaraan dari arah Bukittinggi sempat mengalami perlambatan. Antrean kendaraan terlihat mengular, meskipun masih dalam kondisi terkendali.

Sementara itu, di kawasan Baso, arus dari arah Payakumbuh menuju Bukittinggi terlihat padat. Terutama di jalur pendakian dari kawasan IPDN hingga pertigaan Simpang Canduang.

Pada titik yang sama, kepadatan juga terlihat ke arah Payakumbuh, khususnya mulai dari kawasan objek wisata Lezatta. Volume kendaraan yang tinggi di kedua arah menyebabkan laju kendaraan melambat.

Secara umum, arus balik Lebaran di jalur utama Bukittinggi–Payakumbuh hingga sore hari masih terpantau aman dan terkendali, meskipun terdapat beberapa titik kepadatan akibat pertemuan arus kendaraan dan tingginya mobilitas pemudik.

Urai Macet H+4 Lebaran, Terapkan Sistem One Way

Untuk mengurai kemacetan menyusul lonjakan volume kendaraan, Satlantas Polres Solok memberlakukan sistem satu arah atau one way, kemarin.

Yakni dari kawasan Simpang Pintu Angin, Jorong Kayuaro, Nagari Batangbarus, Kabupaten Solok.

“Pemberlakukan sistem one way untuk mengurai kemacetan dari arah Padang menuju Solok dan sebaliknya,” ujar Kasatlantas Polres Solok Iptu Rido, kemarin siang.

Pengendara dari arah Padang menuju Solok dialihkan melewati jalan lingkar yang terhubung langsung ke kawasan Guguak.

Sementara itu, kendaraan dari arah Solok menuju Padang diarahkan melalui jalan lama yang melewati Tugu Ayam atau Kantor Bupati Solok. 

Iptu Rido mengungkapkan, penerapan sistem satu arah tersebut berjalan dengan lancar. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup tajam, arus lalu lintas dapat terurai secara efektif berkat rekayasa yang diterapkan.

“Kami mengimbau pengguna jalan agar selalu mengikuti petunjuk petugas di lapangan dan tetap mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (yud/rid/cc1)

Editor : Novitri Selvia
#arus balik lebaran #cuaca ekstrem #BMKG Maritim Teluk Bayur #Decky Irmawan