Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Barang Naik, Warga Tercekik

R
Penulis: Redaksi❯
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Advertisement

Gambaran beban hidup semakin berat sudah mulai terasa. Menyusul merangkak naik harga barang di pasaran.

Mulai produk industri, kebutuhan sehari-hari hingga bahan pokok. Diawali kenaikan harga plastik imbas perang Timur Tengah, bahan bangunan hingga hampir semua barang dan bahan pangan ikut terkerek naik.

Sembako seperti cabai, bawang merah, daging dan telur ayam, minyak goreng dan lainnya dalam pekan ini naik cukup tajam.

Advertisement

Di pasar Payakumbuh dan Limapuluh Kota harga beras lokal yang sebelumnya berada di angka Rp 16.667 per kilogram kini naik menjadi Rp 17.167 per kilogram. Bawang merah yang sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram dan kini naik menjadi Rp 41 ribu per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika sebelumnya berada di harga Rp 40 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 43 ribu per kilogram. Telur ayam ras juga mulai mengalami kenaikan. Sebelumnya Rp 28 ribu per kilogram naik menjadi Rp 29 ribu per kilogram.

Daging ayam ras juga ikut merangkak naik. Sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 36.250 per kilogram. Minyak goreng pun melambung berkisar Rp 19 ribu hingga Rp 23 ribu per liter.

Advertisement

Kenaikan telur dan ayam diduga juga dipicu oleh program makan bergizi gratis (MBG). Masyarakat kelas menengah ke bawah jadi terimbas. Daya beli pun jadi melemah. Turunnya daya beli masyarakat membuat pedagang maupun produsen merugi. UMKM pun tertekan.

Untuk beras, walau cadangan beras Bulog melimpah nampaknya tidak mampu meredam kenaikan beras di pasaran. Buktinya harga beras lokal tetap naik. Ini karena jenis beras Bulog berbeda dengan beras yang dikonsumsi masyarakat Sumbar.

Warga Sumbar terbiasa mengkonsumsi beras pera, sulit beralih ke beras pulen. Nah, kenapa Bulog tidak menyediakan jenis beras pera pula. Sesuai kebutuhan masyarakat Sumbar misalnya.

Kenaikan harga beras juga dipicu bencana alam akhir 2025 lalu. Ratusan herktare bahkan ribuan lahan sawah terdampak banjir bandang dan galodo.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jebakan Iran dan Logika Sejarah

Jebakan Iran dan Logika Sejarah

Jiang Xueqin, "Profesor Jiang", menarik perhatian lewat analisis geopolitik dan teori Jebakan Iran.

AS-Israel vs Iran: Minang dan Cahaya Global

AS-Israel vs Iran: Minang dan Cahaya Global

AS-Israel vs Iran: Kearifan Minang dan moderasi global dinilai penting untuk meredam konflik Timur Tengah yang memanas.

Negara Teluk dan Iran: Mungkinkah Lebih Damai?

Negara Teluk dan Iran: Mungkinkah Lebih Damai?

Pengamat UM Sumbar Shofwan Karim menilai dialog Iran dan negara Teluk penting demi menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer