Saat kunjungan tersebut, Bupati didampingi Wakil Ketua dan anggota DPRD Tanahdatar, jajaran kepala OPD, Dandim 0307 Tanahdatar, Camat Batipuh Selatan, Kepala PDAM, serta wali nagari setempat. Rombongan meninjau posko utama serta dapur umum di Lapangan Sepak Bola Nagari Batu Taba, Batipuh Selatan.
“Kedatangan kami untuk melihat langsung kondisi pengungsi dan memastikan tidak ada kendala kebutuhan dasar, seperti makanan, keperluan bayi, alat memasak, hingga penerangan,” kata Eka Putra di lokasi.
Selain posko pengungsian, bupati juga meninjau jalan yang putus di Nagari Sumpu. Derasnya luapan sungai mengakibatkan akses masyarakat terputus dan mengganggu aktivitas warga.
“Saat ini kami berada di Nagari Sumpu, akses masyarakat terganggu karena jalan masih terputus. Banjir juga menghanyutkan 14 rumah. Fokus kami bagaimana akses jalan bisa terbuka lebih dulu untuk memudahkan evakuasi,” ujarnya.
Ia menyampaikan, seluruh warga yang bermukim di bantaran sungai di Nagari Sumpu telah dievakuasi ke tempat aman. Namun, aliran listrik di wilayah tersebut masih padam sehingga penerangan di pengungsian hanya mengandalkan genset.
Untuk mempercepat penanganan, Bupati Tanahdatar meminta dukungan Pemerintah Provinsi dan Pusat, terutama bantuan logistik bagi pengungsi serta alat berat untuk normalisasi sungai dan perbaikan jalan yang menghubungkan Nagari Sumpu dengan Padang Laweh Malalo dan Guguak Malalo.
Di tengah keterbatasan penerangan, bupati juga menyerahkan bantuan genset, paket sembako, serta susu untuk anak-anak di lokasi pengungsian.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi warga terdampak banjir bandang Tanahdatar.(*)
Editor : Heri Sugiarto