Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AS Kembali Kirim Wapres, Iran masih Enggan

j
Penulis: jpg❯
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Rencana perundingan putaran kedua antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan kembali berlangsung di Islamabad, Pakistan, terancam tertunda. Teheran menunjukkan keengganan melanjutkan negosiasi karena menilai Washington tidak kooperatif dan cenderung provokatif.

Dilansir dari CNN, delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertolak ke Pakistan kemarin (21/4) waktu Washington DC. Selain Vance, turut ikut Utusan Khusus Presiden AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump.

Ketiganya juga masuk tim negosiasi AS dengan Iran di Islamabad pada 11 April lalu. Perundingan 21 jam itu gagal membuahkan kesepakatan.

Advertisement

Dari Teheran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam tindakan AS yang dinilai melanggar hukum internasional, termasuk serangan terhadap kapal kargo Iran bernama Touska pada Minggu (19/4) serta penahanan awaknya. “Perilaku Washington yang melanggar hukum dan posisi yang kontradiktif dari para pemimpinnya tidak sesuai dengan klaim diplomasi,” kata Araghchi seperti dilansir Tasnim News Agency.

Dia menegaskan, Iran akan mempertimbangkan langkah selanjutnya dengan memperhatikan kepentingan dan keamanan nasional. Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishaq Dar, Araghchi juga menyoroti pelanggaran gencatan senjata dan ancaman terhadap kapal dagang Iran sebagai hambatan utama proses diplomatik.

Gencatan senjata dua pekan Iran dan AS bakal berakhir hari ini. Perundingan di Islamabad awalnya diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Advertisement

CNN juga melaporkan sejumlah isu krusial masih menjadi hambatan dalam negosiasi. Salah satunya terkait nasib cadangan uranium Iran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim kalau Iran setuju mengirim uranium yang diperkaya tinggi ke AS. Namun, klaim tersebut dibantah Iran yang menyebut permintaan tersebut tidak mungkin diterima.

Iran saat ini diperkirakan memiliki sekitar 400 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen. Dalam pembicaraan, muncul usulan pencairan aset Iran sebagai imbalan penyerahan cadangan tersebut. Teheran meminta pelonggaran sanksi besar-besaran serta pencairan aset lebih dari 20 miliar dolar AS.

Perbedaan juga muncul terkait pembatasan program pengayaan uranium. AS mengusulkan penangguhan selama 20 tahun, sementara Iran hanya menawarkan lima tahun yang kemudian ditolak Washington.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

AS Yakin Diteken Hari Ini, Iran Masih Mengkaji, Kesepakatan Damai, Trump Sebut  Selat Hormuz bakal Langsung Dibuka

AS Yakin Diteken Hari Ini, Iran Masih Mengkaji, Kesepakatan Damai, Trump Sebut Selat Hormuz bakal Langsung Dibuka

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkoar bahwa kesepakatan damai bakal diteken hari ini WIB, Iran justru menepisnya.

Selat Hormuz Tutup Total, Pasokan Energi Global Terganggu

Selat Hormuz Tutup Total, Pasokan Energi Global Terganggu

Sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, Selat Hormuz terbuka bagi kapal mana saja. Sekitar 20 persen distribusi minyak dunia pun aman

Setelah Adu Senjata, Israel-Iran Tunda Serangan

Setelah Adu Senjata, Israel-Iran Tunda Serangan

Amerika Serikat (AS) sibuk di dua front pada hari-hari ini. Di dalam negeri, AS berkutat dengan persiapan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer