“Ini berdasarkan pemantauan yang kita lakukan di sejumlah pasar tradisional dan distributor,” kata Sekretaris Dinas Koperasi, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Agam, Aguska Dwi Fajra di Lubukbasung, kemarin.
Menurutnya, Agam merupakan daerah penghasil beras, cabai merah, sayur-sayuran, ikan dan lainnya. Ia menilai bahan kebutuhan pokok akan masih tersedia sampai saat ini di pasaran.
“Saat ini, Agam juga masih memiliki cadangan beras di Bulog. Apabila terjadi kelangkaan beras nantinya, maka kita tinggal langsung berkoordinasi dengan Bulog,” katanya.
Ia menambahkan untuk bahan kebutuhan pabrik berupa minyak goreng, gula, tepung dan lainnya, maka pihaknya bakal koordinasi dengan Pemprov Sumbar andai terjadi kelangkaan. Ia meyakini provinsi bakal menurunkan Tokoh Tani Indonesia Center (TTIC) untuk melakukan bazar pasar murah.
“Di Agam, pemerintah daerah sedang melakukan bazar pasar murah di 16 kecamatan dengan menyediakan 400 paket untuk menekan laju inflasi saat ini. Bazar ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok strategis serta mewujudkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengakui harga bahan kebutuhan pokok masih stabil di Agam. Untuk harga beras benang pulau seharga Rp14,5 ribu per kilogram, beras sokan Rp14,5 ribu per kilogram, beras Ir 42 Rp14 ribu per kilogram dan gula pasir Rp15 ribu per kilogram.
Sedangkan harga minyak kemasan Rp17 ribu per liter, minyak curah Rp15 ribu per liter, daging ayam broiler Rp62 ribu per ekor, daging ayam kampung Rp65 ribu per ekor, daging sapi Rp140 per kilogram, cabai merah Rp40 ribu per kilogram dan lainnya.(ptr) Editor : Novitri Selvia