Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kasus Covid-19 Berkurang, Objek Wisata Mulai Dikunjungi Masyarakat

Novitri Selvia • Rabu, 17 November 2021 | 12:26 WIB
Objek wisata Pantai Pasia Tiku, Agam.(NET)
Objek wisata Pantai Pasia Tiku, Agam.(NET)
Sektor pariwisata di Kabupaten Agam mulai menggeliat seiring dengan semakin menurunnya kasus aktif positif Covid-19. Sejak satu bulan terakhir, pemerintah kabupaten itu sudah mulai membuka kunjungan resmi wisatawan ke daerahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Agam, Syatria mengatakan, meski sudah dibuka namun tingkat kunjungan masih dibatasi. Maksimal kunjungan di setiap objek wisata dibolehkan hanya sampai 50 persen dari kapasitas normal.

Kemudian katanya, para pengunjung juga diharuskan tetap disiplin protokol kesehatan selama berwisata. Memakai masker dan menjaga jarak.

“Kami juga telah menyediakan tempat cuci tangan pada objek-objek wisata yang dikelola pemerintah. Sedangkan kapasitas kunjungan dibatasi sebanyak 50 persen, ini aturannya,” katanya, kemarin.

Ia mengakui, semenjak dibuka objek wisata Agam mulai digandrungi pengunjung, namun belum begitu ramai. Umumnya pengunjung masih didominasi dari dalam daerah.
Kondisi ini menurutnya disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama kata Syatria, penurunan kunjungan memang dialami secara nasional tidak terkecuali di Agam. Kemudian, bayang-bayang ancaman Covid-19 masih menghantui sejumlah wisatawan, sehingga masih menahan diri berwisata, terlebih dari luar daerah.

Meski demikian, pihaknya meyakini secara perlahan sektor pariwisata Agam akan mulai bangkit seiring semakin berkurangnya kasus Covid-19. Termasuk semua sektor ekonomi yang terdampak pandemi.

Pihaknya bahkan telah menyiapkan beberapa strategi. Untuk tahap awal ini dengan mengundang biro-biro perjalanan wisata agar bisa memberikan rekomendasi untuk berkunjung di Agam.

“Selanjutnya, kita akan melihat regulasi ke depannya, apakah sudah boleh menggelar iven sebagai ajang promosi. Dengan begitu, kita yakin dalam waktu dekat semua akan pulih,” lanjutnya.

Di sisi lain, sudah dibukanya objek wisata Agam sangat disambut baik pelaku wisata. Hal itu diharapkan menjadi titik balik mereka bangkit setelah bertahun-tahun hidup terkungkung di pusaran wabah.

Salah seorang yang gembira menyambut itu adalah Arfan, 31, salah seorang pedagang kuliner di Pantai Pasia Tiku, Kecamatan Tanjungmutiara. Ia mengamini semenjak objek wisata dibolehkan menerima kunjungan, roda perekonomiannya mulai berputar lagi.

“Berjualan di lokasi wisata, pemasukan kami memang banyak bergantung dengan wisatawan yang datang. Semenjak ada pembatasan gerak sosial dan penutupan objek wisata dengan alasan penanganan Covid-19, kami terpukul. Semuanya jadi sulit dan macet,” katanya.

Ditanya soal tingkat kunjungan di Pantai Pasia Tiku, ia mengaku untuk kawasan setempat kunjungan wisata sudah dalam kondisi normal dan ramai di akhir pekan.

“Kitakan berjualan setiap hari jadi bisa melihat kunjungan wisata secara jelas. Untuk pengunjung masih didominasi dalam daerah, dan ramainya saat Sabtu dan Minggu,” terangnya. (ptr) Editor : Novitri Selvia
#Wisata Agam #disparpora #Pantai Pasia Tiku #COVID-19