Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

769 Ekor Terinfeksi PMK di Agam, 339 Sapi Sembuh!

Novitri Selvia • Kamis, 7 Juli 2022 | 12:08 WIB
Ilustrasi.(IST)
Ilustrasi.(IST)
Dinas Pertanian Kabupaten Agam mencatat 769 ekor ternak warga di kabupaten itu terinfeksi virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebagian besar dari jumlah itu sudah dinyatakan sembuh.

“Perkembangan data PMK di Agam sejauh ini, dari 769 ternak terjangkit PMK, 339 ekor diantaranya sudah sembuh. Sementara kasus kematian ternak terdata sembilan ekor akibat virus PMK,” kata Kepala Dinas Pertanian Agam, Asniwirman didampingi Fungsional Medik Viteriner Madya, Drh Wellya Roza di Lubukbasung, kemarin.

Ia merinci 339 ekor ternak yang telah sembuh itu terdiri atas 302 ekor sapi dan 37 ekor kerbau. Sedangkan sembilan ekor ternak yang mati dengan rincian empat ekor sapi, satu ekor kerbau dan empat ekor kambing.

“Pada umumnya ternak yang mati itu merupa anakan yang rentan penyakit. Secara keseluruhan imbuhnya, ratusan ekor ternak yang terinfeksi PMK di Agam rinciannya, 697 ekor sapi, 68 ekor kerbau dan empat ekor kambing,” terangnya.

Sementara jumlah ternak yang dinyatakan suspek PMK berjumlah 1.595 ekor. Rinciannya sebanyak 1.463 ekor sapi, 133 ekor kerbau dan 19 ekor kambing. Jumlah ternak yang terpantau sakit saat ini berjumlah 788 ekor dengan rincian 707 ekor sapi, 78 ekor kerbau dan tiga ekor kambing.

Guna memutus rantai penyebaran PMK di Agam, imbuhnya lagi, pihaknya telah memberikan vaksin bagi 300 ternak yang dilakukan secara serentak pada 28 Juni lalu. Pemberian vaksin tersebut diutamakan kepada sapi perah milik warga, mengingat ketersediaan vaksin yang diberikan cukup terbatas dan hanya untuk 300 ekor ternak.

Sementara ternak yang diberi vaksinasi dengan kondisi sehat atau belum terinfeksi virus PMK dan penyakit lainnya. Ini merupakan syarat bagi ternak yang boleh mendapatkan vaksinasi.

Dinas Pertanian Agam sendiri melibatkan 35 orang petugas untuk pemberian vaksinasi tersebut. Seluruh petugas tersebut diturunkan dengan perlengkapan alat perlindungan diri berupa pakaian hazmat.

Di samping itu, sebanyak 60 tenaga pemeriksa kesehatan hewan kurban juga akan diturunkan jelang Idul Adha 1443 Hijriah nanti. Tenaga kesehatan tersebut, untuk memastikan hewan kurban di Agam bersih dari penyakit, terutama PMK yang saat ini mewabah.

“Menghadapi hari raya kurban tahun ini, kami sudah membentuk tim petugas kesehatan hewan kurban dan sudah dilengkapi dengan SK. Ada sekitar 60 orang petugas diturunkan ke seluruh kecamatan mulai dari H -3 Idul Adha 1443 H,” kata Afniwirman.

Pihaknya berharap kepada masyarakat, terutama pengurus hewan kurban untuk menyiapkan dan menunggu kedatangan tim pemeriksa kesehatan hewan tersebut. Agar mereka bisa bekerja maksimal.

“Jangan nanti, tim kami datang pengurus malah tidak ada. Untuk kategori ternak yang layak dijadikan hewan kurban, nanti akan dilabeli atau diberi tanda usai diperiksa,” ucap dia.

Ia memprediksi pemotongan jumlah hewan kurban di Agam akan mengalami penurunan pada Idul Adha tahun ini. Penurunan ini tidak terlepas dari dampak adanya wabah penyakit PMK.

“Secara jumlah, pemotongan hewan kurban tahun ini kami perkirakan akan mengalami penurunan. Berkemungkinan hanya mencapai angka 5 ribu ekor,” katanya.

Afniwirman mengaku, Agam saat ini masih merupakan wilayah zona merah penyebaran PMK. Ini mengingat kasus PMK sudah menjangkiti hewan ternak lebih dari separuh kecamatan yang ada di Agam.

“Agam masih dinyatakan zona merah PMK karena banyak ditemukan kasus dan wilayah sebarannya sudah lebih dari separuh kecamatan yang ada di Agam. Namun demikian, rata-rata hewan ternak yang terjangkit PMK sudah banyak yang sembuh,” jelasnya. (ptr) Editor : Novitri Selvia
#Dinas Pertanian Kabupaten Agam #pmk