Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalan Malalak kian Rusak, Macet Berkepanjangan

Rian Afdol • Rabu, 10 Juli 2024 | 10:44 WIB

PARAH: Sejumlah pengendara esktra hati-hati saat melintasi jalanan rusak di Nagari Kototuo, Kecamatan Ampekkoto, Agam, Selasa (9/7).(RIAN AFDOL/PADANG EKSPRES)
PARAH: Sejumlah pengendara esktra hati-hati saat melintasi jalanan rusak di Nagari Kototuo, Kecamatan Ampekkoto, Agam, Selasa (9/7).(RIAN AFDOL/PADANG EKSPRES)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kemacetan di jalur Bukittinggi-Padang via Malalak tepatnya di simpang Padanglua hingga simpang Malalak masih terus terjadi. Meski Pemprov Sumbar telah mengeluarkan peraturan yang melarang kendaraan dengan tiga sumbu untuk tidak melintasi jalur ini, namun tidak berdampak banyak terhadap kemacetan di jalur ini.

Pantauan Padang Ekspres di salah satu titik kemacetan di Nagari Kototuo, Kecamatan Ampekkoto, Agam, Selasa (9/7) kemarin, selain disebabkan oleh tingginya volume kendaraan kemacetan terjadi karena kondisi jalan yang kian hari kian memburuk.
Kendaraan yang melintas didominasi mobil pribadi, bus antar kota dan pemotor.

Meski tidak terlihat adanya truk dengan tiga sumbu atau lebih, kemacetan tetap tak terhindari. Kondisi bahu jalan yang tergerus semakin banyak dan semakin dalam. Tidak hanya terbatas di bahu jalan, di banyak titik gerusan bahkan hampir terjadi di setengah bagian ruas jalan yang memaksa laju kendaraan harus dilakukan dengan sistem buka tutup. 

Berbanding lurus dengan itu, sistem drainase juga terlihat semakin buruk, sebagian aliran air di pinggir jalan tergencet dan menyempit. Hal ini menyebabkan air mengalir ke ruas jalan yang mempercepat penggerusan bahu dan badan jalan. Keadaan ini memaksa sejumlah pengguna jalan untuk mencari jalur tikus untuk lolos dari kemacetan.

Dampaknya tentu tidak jauh berbeda dari jalur utama, jalur tikus atau jalan di perkampungan di sekitar ruas jalan ini mulai padat dan mulai tampak rusak. “Kerusakannya bertambah parah, bahu jalan semakin hancur dan lubang semakin banyak,” ujar Reni Puspita salah satu penguna jalan.

Reni mengaku telah berkali-kali melalui jalur ini dalam rentang waktu satu bulan terakhir. Seingatnya kerusakan jalur Malalak-Padanglua semakin parah hingga menyebabkan waktu tempuh semakin lambat dan ekstra hati-hati.

“Kebetulan tadi saat saya melalui jalur ini sedang hujan. Tentu saja semakin lambat jadinya. Pengendara bahkan roda dua, apalagi roda empat, tidak mau mengambil resiko dengan memaksa masuk lubang, bisa jadi dalam tapi tidak terlihat karena tertutup air,” sebutnya.

Ia menilai kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah harus diperhatikan kembali agar persoalan ini cepat teratasi. “Saya tidak tahu pasti apa saja kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah, yang saya tahu kondisi jalan tetap macet. Jadi apapun kebijakannya harus dipikirkan kembali agar benar-benar ada solusi untuk mengatasi persoalan ini,” sebutnya.

Ia juga menambahkan salah satu opsi menurutnya ialah menurunkan petugas untuk menertibkan laju kendaraan yang melintas. “Pengaturan lalu lintas banyak dilakukan masyarakat, menurut saya seharusnya dilakukan oleh petugas terkait, biar lebih profesional. Warga terkadang membantu dan terkadang berlebihan sehingga semakin macet. Kalau dilakukan oleh petugas tentu lebih profesional,” sebutnya.

Sementara itu, Asniwar, salah satu warga Nagari Kototuo membenarkan bahwa banyak pengendara yang mengunakan jalan di perkampungan sebagai alternatif.
“Karena kondisinya terlalu macet jadi pengendara mencari jalur-jalur di perkampungan. Akibatnya tentu mulai rusak dan kalau kepadatan masih belum terlalu padat,” sebutnya.

Ia juga menyatakan harapannya agar kondisi jalan segera normal dan jalur dari Simpang Padanglua hingga Simpang Malalak mendapat perhatian dari pemerintah.
“Harapan saya jalan di Lembah Anai segera pulih dan setelah itu jalan ini diperbaiki. Baik jalan utama maupun jalan di dalam perkampungan. Perbaikan tentu mesti sejalan antara jalan dan sistem drainasenya,” sebutnya. (r)

Editor : Novitri Selvia
#pemprov sumbar #Nagari Kototuo #jalan rusak #Jalan Malalak #macet