Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Huntap Korban Galodo Dibangun September

Putra Susanto • Jumat, 23 Agustus 2024 | 17:30 WIB
PERMANEN: Rapat persiapan pembangunan huntap pascabencana banjir bandang lahar dingin untuk relokasi kolektif di Mes Pemkab Agam Belakangbalok Bukittinggi, Rabu (21/8). (PEMKAB AGAM FOR PADEK)
PERMANEN: Rapat persiapan pembangunan huntap pascabencana banjir bandang lahar dingin untuk relokasi kolektif di Mes Pemkab Agam Belakangbalok Bukittinggi, Rabu (21/8). (PEMKAB AGAM FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam bakal memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang lahar dingin pada September 2024 mendatang. Tercatat sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di lima kecamatan di daerah itu bersedia direlokasi.

Rencana pembangunan huntap pascabencana banjir bandang lahar dingin untuk relokasi kolektif itu dibahas dalam rapat persiapan di Mes Pemkab Agam Belakangbalok Bukittinggi, Rabu (21/8). Rapat ini dihadiri berbagai pihak, termasuk perwakilan dari dinas terkait, tokoh masyarakat, serta tim teknis yang bertanggung jawab atas pembangunan huntap.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Rinaldi menyebutkan, rapat ini berfokus pada penentuan lokasi relokasi, desain hunian, serta penyediaan fasilitas umum yang memadai di kawasan yang akan dibangun.

“Kami telah mendata jumlah korban yang rumahnya mengalami rusak berat akibat bencana banjir bandang lahar dingin yang bersedia untuk direlokasi sebanyak 80 KK. Berasal dari Kecamatan Ampekangkek, Candung, Banuhampu, Sungaipua dan Malalak,” katanya.

Ia melanjutkan, lokasi pembangunan hunian ini bertempat di Talago, Jorong Surabayo, Nagari Lubukbasung, dengan luas tanah 14.737 m². Dirinci, prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) dalam rangka pembangunan huntap ini adalah akses jalan lingkungan dan drainase di kawasan hunian.

“Selanjutnya, penyediaan air bersih dan tempat pembuangan sampah, satu unit puskesmas pembantu atau posyandu, satu unit mushala, satu unit PAUD, penyediaan listrik rumah dan lampu penerangan jalan,” katanya.

Ia menambahkan, penyedia Jasa konstruksi (pengawas) proyek ini yakni PT Indah Karya dan Konsultan Manajemen Kontruksi (pelaksana) PT Barantas Abipraya. Pembangunan hunian rencananya akan dimulai September 2024 dan ditargetkan selesai 31 Desember 2024.

Pada kesempatan itu, Bupati Agam Andri Warman menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat dan semua pihak terkait untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Prioritas utama kita adalah kesejahteraan masyarakat yang terdampak, sehingga mereka dapat melanjutkan hidup di tempat yang lebih aman dan layak,” ujarnya.

Dengan adanya rapat ini, diharapkan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana di Agam dapat segera direalisasikan dan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko akibat bencana di masa depan.

Selanjutnya, Bupati Agam juga berharap, melalui rumah hunian ini dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat yang telah kehilangan rumah akibat bencana. “Mudah-mudahan, pembangunan hunian ini menjadi jalan bagi masyarakat untuk membuka lembaran baru,” ungkapnya.

Rapat diakhiri penandatanganan dan penyerahan berita acara serah terima lahan untuk pembangunan rumah hunian antara Bupati Agam Andri Warman dan Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Sumbar, Tony Hermanto. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#hunian tetap #Dinas Perkim Kabupaten Agam #Rinaldi #huntap #pemkab agam