Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Optimasi Lahan Terdampak Galodo di Agam Capai 83 Persen

Putra Susanto • Kamis, 28 November 2024 | 12:45 WIB

PEMULIHAN: Optimasi lahan terdampak bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi di Agam ditarget tuntas akhir bulan ini. (DISKOMINFO AGAM FOR PADEK)
PEMULIHAN: Optimasi lahan terdampak bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi di Agam ditarget tuntas akhir bulan ini. (DISKOMINFO AGAM FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Optimasi lahan terdampak bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Agam ditarget rampung akhir November 2024. Sejauh ini, progres pengerjaan telah mencapai 85,95 hektare atau sekitar 83 persen dari total luas lahan terdampak di kabupaten itu.

Kepala Dinas Pertanian Agam Arief Restu mengatakan, progres 83 persen itu sudah tercapai sejak 23 November lalu. Lahan yang sudah dioptimasi tersebar di tiga wilayah kecamatan.

“Tahap awal kegiatan ini dilakukan di sejumlah nagari, yaitu Bukikbatabuah di Kecamatan Candung, Batutaba, Balaigurah, Ampanggadang di Kecamatan Ampekangkek, serta Padangtarok di Kecamatan Baso. Hingga lalu, progres pengerjaan telah mencapai 85,95 hektare atau sekitar 83 persen dari total luas lahan terdampak bencana di Agam,” kata Arief Restu, kemarin (27/11).

Tahap berikutnya, lanjut Kadis, titik optimasi direncanakan dilaksanakan di Kecamatan Sungaipua. Menurut Arief, optimasi lahan dilakukan dengan mengerahkan enam unit excavator setiap hari untuk mempercepat pengerjaan.

“Targetnya, lahan seluas 104 hektare dapat selesai dikelola pada akhir November 2024 ini, sehingga para petani bisa segera memulai kegiatan penanaman pada Desember 2024,” ujar Arief.

Diketahui, sebagai tindak lanjut dari instruksi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam kunjungannya ke lokasi terdampak bencana longsor dan banjir lahar dingin Gunung Marapi pada 18 Mei 2024, Kementerian Pertanian melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, bekerjasama dengan Korem/032 Wirabraja, Dinas Pertanian Agam, dan Kodim 0304 sebagai pelaksana, telah melaksanakan kegiatan optimasi lahan sejak 31 Oktober 2024 lalu.

Program ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas pertanian di kawasan yang terdampak bencana, serta mendorong pemulihan ekonomi masyarakat setempat.

Arief menambahkan dalam proses optimasi ini juga melibatkan masyarakat, agar tidak terjadi persolan dalam batas sawah atau lahan. Dengan langkah ini, Pemkab Agam berharap produktivitas lahan yang lebih baik dapat terwujud sehingga kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Kabupaten Agam semakin meningkat.

“Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak, sekaligus mengembalikan mata pencaharian masyarakat dengan memastikan kesiapan lahan yang produktif,” tutup Arief. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Optimasi Lahan #Arief Restu #Galodo Agam #Dinas Pertanian Agam