PADEK.JAWAPOS.COM-Lapas Kelas IIB Lubukbasung bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Agam bersinergi mewujudkan ketahanan pangan di kabupaten itu.
Sinergi itu dengan memadukan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan di bidang pertanian jagung yang diawali dengan penanaman serentak, Selasa (10/12).
Penanaman serentak ini dihadiri Kepala DKPP Agam, Rosva Deswira, Kepala Dinas Pertanian Arief Restu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Rio Eka Putra, serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Helton.
Kepala Lapas Kelas IIB Lubukbasung, Muhammad Ali, menyampaikan program ini bertujuan menciptakan kemandirian warga binaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Lebih jauh, sinergi ini dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan serta menindaklanjuti program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait ketahanan pangan nasional.
“Kami tidak hanya ingin membina mereka agar siap kembali ke masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata melalui produk-produk pangan yang dihasilkan,” ujarnya.
Kepala DKPP Agam Rosva Deswira menyebut pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk memperkuat ketahanan pangan di Agam.
“Dengan bergeraknya semua instansi, termasuk TNI, Polri, dan saat ini Lapas Kelas IIB Lubukasung, diharapkan dapat lebih memantapkan ketahanan pangan di Kabupaten Agam. Kolaborasi dan bentuk-bentuk kegiatan seperti ini sangat kita harapkan dan kita dukung sepenuhnya,” tegasnya.
Selain itu, kolaborasi ini melibatkan pelatihan berbasis teknologi modern untuk warga binaan agar tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga keberlanjutan dan inovasi dalam sektor pangan.
Melalui semangat gotong royong, program ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas dapat menciptakan perubahan positif yang berdampak luas, sekaligus memperkuat peran Lapas dalam membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera. (ptr)
Editor : Novitri Selvia