PADEK.JAWAPOS.COM-Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya melalui program Pengabdian kepada Masyarakat.
Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “Literasi Budaya Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Rangka Melestarikan Seni dan Budaya” dan dipusatkan di Desa Koto Gadang, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dipimpin oleh Prof. Dr. Armaidy Armawi, program ini berhasil merevitalisasi fungsi rumah gadang yang sebelumnya terbengkalai. Kini, rumah adat tersebut menjelma menjadi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas sosial dan kebudayaan.
Program ini bukan merupakan kegiatan satu kali, melainkan telah berlangsung selama tiga tahun terakhir dengan agenda yang dirancang secara berkesinambungan.
Pada tahun pertama (2023), kegiatan difokuskan pada diskusi pelestarian sanggar seni serta pelatihan digitalisasi karya seni agar warisan budaya dapat terdokumentasi dengan baik.
Tahun berikutnya (2024), program ini menghasilkan peresmian Sanggar Salareh Nan Jombang, pelatihan keorganisasian, serta penyerahan bantuan alat musik tradisional untuk SDN 12 Koto Gadang.
Puncaknya, pada tahun ketiga (2025), Fakultas Filsafat UGM bersama masyarakat setempat menggelar acara syukuran sekaligus penyerahan kunci rumah gadang kepada pengurus desa.
Rumah adat tersebut kini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan positif warga, mulai dari forum komunikasi antarsuku hingga ruang ekspresi seni dan budaya Minangkabau.
“Revitalisasi rumah gadang ini bukan sekadar menghidupkan kembali bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan spirit kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Minang,” ujar Prof. Armaidy Armawi.
Melalui langkah ini, Fakultas Filsafat UGM tidak hanya berperan dalam ranah akademik, tetapi juga turut hadir mendampingi masyarakat dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. (rel)
Editor : Novitri Selvia