PADEK.JAWAPOS.COM-Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah, menyoroti serius ancaman abrasi pantai yang melanda Kecamatan Tanjungmutiara.
Sedikitnya 20 kilometer garis pantai di Nagari Tiku Selatan dan Tiku V Jorong dilaporkan terkikis, bahkan sebagian sudah sangat mengancam permukiman warga.
Persoalan ini menjadi sorotan utama saat Bupati menggelar kunjungan kerja dan penjemputan aspirasi masyarakat di aula Kantor Camat Tanjungmutiara, Kamis (25/9).
Dalam forum itu, Camat Edo Aipa Pratama memaparkan kondisi aktual di wilayahnya, termasuk abrasi yang disebut semakin mengancam kehidupan warga pesisir.
Dalam pemaparannya, Edo menekankan tiga isu besar yang kini menghantui masyarakat. Pertama, ancaman bencana alam berupa gempa, tsunami, dan banjir yang rawan melanda kawasan pesisir.
Kedua, persoalan sosial seperti pengelolaan sampah dan meningkatnya kasus kenakalan remaja. Ketiga, abrasi pantai yang kian mengkhawatirkan.
“Data kecamatan mencatat sekitar 20 kilometer garis pantai di Nagari Tiku Selatan dan Tiku V Jorong terdampak abrasi. Beberapa titik bahkan sudah mengancam permukiman warga. Kondisi ini butuh penanganan segera sebelum menimbulkan kerugian lebih besar,” katanya.
Meski menghadapi persoalan kompleks, Edo menegaskan kesiapan pihak kecamatan mendukung program prioritas daerah. Ia menyinggung komitmen untuk menyukseskan agenda unggulan Kabupaten Agam seperti Bangkik dari Surau dan Sawah Pokok Murah.
Aspirasi masyarakat yang muncul dalam forum cukup beragam. Mulai dari infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan dan pendidikan, penguatan sektor pertanian, hingga penanganan lingkungan pesisir.
Semua itu ditampung langsung oleh Bupati Benni Warlis yang berjanji mengkoordinasikannya dengan OPD terkait.
“Masukan dan laporan ini sangat penting sebagai bahan evaluasi. Persoalan di Tanjungmutiara harus segera kita carikan solusi terbaik,” tegas Bupati.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan bersama atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar. Menurutnya, kualitas bahan, pengolahan, hingga kandungan gizi perlu dijaga ketat agar program benar-benar berdampak bagi generasi muda.
Menutup kunjungan, Bupati Benni Warlis mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, ninik mamak, tokoh masyarakat, hingga pemuda untuk memperkuat sinergi.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, setiap masalah bisa kita selesaikan lebih cepat dan tepat,” ujarnya. (ptr)
Editor : Novitri Selvia