Bantuan tersebut berupa pembangunan ruang terapi dan penyediaan sarana digitalisasi pembelajaran bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung pendidikan inklusif sekaligus memperluas manfaat listrik bagi masyarakat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Manager PLN UP3 Bukittinggi Munawir Liling dan dihadiri Camat Baso Imran Pangaduan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Willia Zuwerni, Wali Nagari Tabek Panjang Doni Suhendri, serta Ketua Yayasan Jembatan Hati Daswir.
Munawir Liling mengatakan, kegiatan TJSL ini mencerminkan peran aktif PLN dalam memberi manfaat sosial bagi masyarakat. “Energi listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga memberi cahaya bagi masa depan. Dalam semangat Hari Pahlawan, setiap tindakan kecil dapat menjadi wujud kepahlawanan modern,” ujarnya.
General Manager PLN UID Sumatera Barat Ajrun Karim menambahkan, program TJSL menjadi bentuk kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan, terutama bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.
“Kami ingin menyalakan semangat dan masa depan generasi muda Indonesia melalui akses pendidikan yang setara,” katanya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Willia Zuwerni, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN terhadap fasilitas belajar anak-anak SLB.
Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan ini penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Melalui program TJSL, PLN terus berkomitmen mendukung pembangunan sosial di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Inisiatif tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan.(*)
Editor : Hendra Efison