Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sejumlah Wilayah di Agam Masih Terisolasi, Pengungsi Kekurangan Air Bersih

Putra Susanto • Selasa, 16 Desember 2025 | 14:30 WIB

BUTUH DUKUNGAN: Ratusan pengungsi masih bertahan di posko utama pengungsian SDN 05 Kayupasak, Salarehaie, Palembayan.
BUTUH DUKUNGAN: Ratusan pengungsi masih bertahan di posko utama pengungsian SDN 05 Kayupasak, Salarehaie, Palembayan.

PADEK.JAWAPOS.COM-Dampak bencana alam yang melanda Kabupaten Agam masih menyisakan wilayah terisolasi.

Hingga Minggu (14/12) malam, pemerintah daerah mencatat masih ada warga yang belum dapat dijangkau karena akses permukiman tertutup material longsor dan sulit dilalui.

Berdasarkan data terbaru Pemerintah Kabupaten Agam per pukul 20.00 WIB, dari total 19.402 jiwa terdampak, sebanyak 26 jiwa masih terisolasi di Jorong Baniobalirik, Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh.

Baca Juga: Kafilah Agam Tampil di 25 Golongan Lomba Hari Kedua MTQN Sumbar ke-XLI

Di salah satu kampung di jorong tersebut, terdapat 10 kepala keluarga yang hingga kini belum bisa dimasuki kendaraan, sehingga penyaluran bantuan masih dilakukan secara manual dan bertahap oleh petugas.

Sementara itu, jorong lain di Nagari Pagadih seperti Pagadihmudiak, Tigokampuang, dan Pagadihhilia mulai dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, Nagari Nantujuah masih hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Di Kecamatan Malalak, sejumlah jorong di Nagari Malalak Utara dan Malalak Timur, yakni Campago, Sigiran, Kotoandaleh, Limobadak, hingga Subarang Pakanusang, baru dapat dilalui kendaraan roda dua.

Baca Juga: Srikandi dan PIKK PLN UID Sumbar Salurkan Bantuan dan Dukungan Psikososial bagi Pengungsi Banjir

Adapun Jorong Siniaia, Nagari Malalak Selatan, hanya bisa ditembus melalui jalur sungai atau memutar dari Kabupaten Padangpariaman.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Palembayan. Jorong Subarangaia, Nagari Salarehaie Timur, dengan jumlah penduduk sekitar 1.100 jiwa, masih terisolasi dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Sementara di Kecamatan Matur, Jorong Pabatungan, Nagari Lawang, baru bisa diakses kendaraan roda dua.

Baca Juga: Pelantikan Lima Pejabat Tinggi Pratama, Annisa Tekankan Birokrasi Profesional dan Berbasis Data

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, mengatakan pembaruan data ini menjadi acuan penting dalam penyaluran bantuan. Fokus utama saat ini adalah membuka akses ke wilayah yang sepenuhnya terisolasi.

“Total 26 jiwa masih terisolasi di Jorong Baniobalirik. Tim di lapangan terus bekerja membuka akses agar bantuan dapat masuk tanpa hambatan,” ujarnya.

Roza menambahkan, jalur menuju Baniobalirik saat ini hanya dapat ditembus dengan berjalan kaki. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, dan Polri masih bersiaga untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Baca Juga: Jalur Padang–Bukittinggi via Lembah Anai Dibuka Terbatas untuk Mobil, Berlaku Sistem Buka Tutup

“Kami meminta masyarakat tetap tenang. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara real time,” katanya.

Petugas gabungan terus mempercepat pembukaan akses, menyalurkan logistik, serta melakukan penanganan darurat di jorong-jorong terdampak.

Di sisi lain, penderitaan pengungsi banjir bandang di Jorong Labuah, Nagari Sungaibatang, Kecamatan Tanjungraya, masih berlangsung.

Baca Juga: Polda Sumbar Serahkan Tiga Jenazah Korban Bencana, Enam Korban Teridentifikasi Lewat Tes DNA

Di tengah hujan yang terus turun dan suhu udara yang dingin, ratusan pengungsi menghadapi keterbatasan kebutuhan paling mendasar, terutama air bersih.

Sebagian warga bertahan di tenda-tenda bantuan BPBD dan BNPB, sementara lainnya menumpang di rumah sanak saudara dan tetangga yang kini sesak dan tidak layak.

Banyak pengungsi kehilangan rumah dan harta benda, menyisakan pakaian di badan saat menyelamatkan diri dari banjir bandang.

Baca Juga: Gunung Marapi Erupsi, Status Masih Waspada Level II

Di kawasan Jorong Labuah saja, lebih dari 600 jiwa tersebar menumpang di rumah kerabat. Jumlah ini diperkirakan meningkat hingga 1.000 jiwa seiring rencana bergabungnya pengungsi dari Jorong Kubu dan wilayah sekitar.

Para pengungsi berharap adanya solusi nyata, mulai dari hunian sementara hingga kepastian tempat tinggal yang aman.

Meski bantuan pangan terus berdatangan, kebutuhan lain seperti selimut, kasur, bantal, perlengkapan mandi, obat-obatan, hingga air bersih masih sangat terbatas.

Baca Juga: Rakor Pascabanjir Bandang, Bupati Tanahdatar Sampaikan Kebutuhan Mendesak ke Wagub Sumbar

Dengan jumlah pengungsi ratusan orang, pasokan yang tersedia belum mencukupi. Kondisi serupa juga terjadi di Posko Pengungsian Tapian Ujuang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau.

Sebanyak 185 jiwa dari 67 kepala keluarga bertahan di lokasi tersebut, sebagian besar di tenda oranye BPBD dan BNPB. Pada hari-hari awal pengungsian, mereka bahkan hanya beralaskan terpal bekas alat panen padi.

Dua titik pengungsian utama di Jorong Labuah Nagari Sungaibatang serta Ujuang dan Kubugadang Nagari Maninjau membutuhkan pembangunan saluran air bersih, pengelolaan dapur umum yang lebih profesional, perlengkapan tidur dan mandi, serta layanan kesehatan rutin.

Baca Juga: Remaja Hanyut di Batang Anai Ditemukan Meninggal Dunia

Kelelahan fisik mulai dirasakan para pengungsi, diperparah distribusi bantuan yang kerap terhambat akibat akses jalan roda empat yang sempat terputus.

Di tengah cuaca ekstrem yang masih mengancam, para pengungsi membutuhkan penanganan menyeluruh, tidak hanya bantuan darurat, tetapi juga pendampingan hingga proses pemulihan pascabencana tuntas.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Agam mencatat sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Hingga Minggu malam, sebanyak 4.688 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian.

Baca Juga: SMP IT Al Kahfi Pasaman Barat, Bencana dan Jeritan Pendidikan

Roza Syafdefianti menyebutkan, tren kepulangan mulai terlihat di Kecamatan Tanjungraya, Palembayan, dan Malalak seiring dibukanya akses jalan dan membaiknya kondisi di sejumlah titik.

“Sebagian warga sudah pulang, tetapi situasinya masih dinamis. Ada juga yang kembali mengungsi ketika cuaca memburuk,” ujarnya.

Meski demikian, posko pengungsian tetap disiagakan. Pemerintah daerah mengimbau warga yang telah pulang untuk tetap waspada dan segera mengungsi kembali jika kondisi dinilai tidak aman.

Baca Juga: Polda Sumbar Serahkan Tiga Jenazah Korban Bencana, Enam Korban Teridentifikasi Lewat Tes DNA

Pendataan pengungsi dan penyesuaian bantuan, lanjut Roza, akan terus diperbarui sebagai dasar pemulihan pascabencana. (ptr)

 
 
 
Editor : Novitri Selvia
#air bersih #terisolasi #Nagari Nantujuah #Palupuh Agam #Nagari Malalak Selatan #Galodo Agam #Nagari Pagadih