Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya empat kejadian gempa dengan magnitudo bervariasi dalam rentang waktu kurang dari satu jam.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 4,6 terjadi pada pukul 09.11 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.
Selang empat menit kemudian, gempa susulan bermagnitudo 4,7 kembali terjadi pada pukul 09.15 WIB di lokasi dan kedalaman yang sama.
Kepala BMKG Padangpanjang, Suaidi Ahadi, mengatakan dua gempa awal tersebut memiliki karakteristik serupa dan berpusat di wilayah Kabupaten Agam.
“Gempa magnitudo 4,6 terjadi pada kedalaman 10 kilometer, kemudian disusul gempa magnitudo 4,7 yang juga terjadi di titik yang sama dengan kedalaman 10 kilometer,” kata Suaidi, Senin (29/12).
BMKG kembali mencatat gempa susulan kedua dengan magnitudo 3,2 pada pukul 09.51 WIB.
Gempa ini berlokasi pada koordinat 0,17 Lintang Selatan dan 100,11 Bujur Timur, atau sekitar 18 kilometer timur laut Agam, dengan kedalaman 11 kilometer.
Selanjutnya, gempa susulan ketiga terjadi pada pukul 10.01 WIB dengan magnitudo 2,9.
Pusat gempa berada di darat pada koordinat 0,17 Lintang Selatan dan 100,09 Bujur Timur, atau sekitar 17 kilometer timur laut Agam, dengan kedalaman 15 kilometer.
Suaidi Ahadi menjelaskan, rangkaian gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Agam tersebut dipicu oleh aktivitas Segmen Sianok.
“Penyebab dua gempa utama magnitudo 4,6 dan 4,7 di Agam dipicu oleh Segmen Sianok,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh gempa yang terjadi merupakan jenis gempa tektonik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut. (CR8)
Editor : Hendra Efison