Audiensi tersebut diikuti Asisten III Setda Agam Syatria bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agam Jafrizal, serta Ketua Koperasi Industri Insinyur Indonesia Faizal Safa.
Pertemuan membahas peluang kolaborasi optimalisasi pengelolaan sampah di Kabupaten Agam guna mendukung target nasional pengurangan timbunan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Ketua Koperasi Industri Insinyur Indonesia, Faizal Safa, menyampaikan pemerintah pusat menargetkan pengurangan sampah ke TPA hingga 70 persen.
Untuk mendukung target tersebut, pihaknya menawarkan penerapan teknologi autotermik dalam pengolahan sampah.
Faizal menjelaskan teknologi autotermik merupakan sistem pengolahan sampah tanpa bahan bakar fosil dan tanpa sumber energi eksternal.
“Prosesnya memanfaatkan energi yang terkandung dalam sampah melalui dekomposisi termal berkelanjutan,” kata Faizal Safa.
Ia menyebut teknologi tersebut mampu menekan emisi karbon hingga mendekati nol dan sejalan dengan target dekarbonisasi global sesuai Paris Agreement on Climate Change.
Menurut Faizal, teknologi autotermik merupakan inovasi karya anak bangsa yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.
Asisten III Setda Agam, Syatria, menyambut baik inisiatif kerja sama yang ditawarkan Koperasi Industri Insinyur Indonesia.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Agam terbuka terhadap penerapan teknologi pengolahan sampah yang telah teruji dan terbukti efektif.
“Jika teknologi ini sudah melalui uji coba dan mampu mengurangi timbunan sampah di TPA, tentu akan kami dukung penerapannya di Kabupaten Agam,” ujar Syatria.
Syatria berharap kolaborasi tersebut dapat segera terwujud sebagai bagian dari komitmen Pemkab Agam dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.(cr1)
Editor : Hendra Efison