Pertemuan yang berlangsung di aula puskesmas itu menyoroti rendahnya capaian imunisasi yang dinilai berpotensi memicu penyebaran penyakit menular di masyarakat.
Kepala UPTD Puskesmas Manggopoh, drg. Rozi Cahaya, mengatakan rapat digelar sebagai langkah cepat merespons munculnya kasus yang mengarah pada KLB di wilayah kerja puskesmas tersebut.
”Rapat ini kita lakukan sebagai langkah cepat menyikapi munculnya kasus yang mengarah pada Kejadian Luar Biasa penyakit menular di wilayah kerja Puskesmas Manggopoh,” katanya.
Dalam pertemuan itu dijelaskan sejumlah penyakit yang tergolong Penyakit Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), seperti pertusis, campak, dan difteri. Penyakit tersebut berpotensi menyebar jika cakupan imunisasi di masyarakat masih rendah.
Menurut Rozi, penyakit-penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah jika masyarakat mengikuti program imunisasi secara lengkap.
”Penyakit seperti campak, difteri, maupun pertusis sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolsek Lubukbasung Ipda Riqul Mukhtadi menyatakan pihak kepolisian siap mendukung langkah pemerintah dan tenaga kesehatan dalam menanggulangi potensi penyebaran penyakit tersebut.
Ia menyebut salah satu faktor yang memicu berkembangnya kasus di wilayah Manggopoh adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam imunisasi.
”Dari hasil pembahasan bersama, salah satu penyebab berkembangnya penyakit ini karena capaian imunisasi masih rendah. Untuk itu perlu kerja sama semua pihak agar masyarakat mau membawa anak-anaknya untuk mendapatkan imunisasi,” katanya.
Menurutnya, pihak kepolisian bersama pemerintah nagari dan tokoh masyarakat akan ikut membantu memberikan imbauan kepada warga agar lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya dalam mengikuti program imunisasi.
Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah langkah cepat untuk menekan potensi penyebaran penyakit, salah satunya dengan melaksanakan ORI (Outbreak Response Immunization) atau imunisasi massal sebagai respons darurat terhadap kejadian luar biasa.
Program ORI itu direncanakan menyasar anak-anak usia 15 tahun ke bawah dan akan dilaksanakan di wilayah Padangtongga, Kenagarian Manggopoh. Namun jadwal pelaksanaannya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak terkait.
Untuk menyukseskan program tersebut, Dinas Kesehatan bersama UPTD Puskesmas Manggopoh meminta dukungan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat agar pelaksanaan imunisasi dapat berjalan maksimal.
Rapat koordinasi itu dihadiri Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra, unsur Danramil, KAN Manggopoh, PKK Kecamatan Lubukbasung, wali nagari, wali jorong, Bamus Nagari Manggopoh, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah kepala sekolah di wilayah tersebut. (*)
Editor : Eri Mardinal