Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PT Semen Padang, Unand, dan DLH Sumbar Latih Pesantren Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi dengan Maggot

Hendra Efison • Rabu, 20 Mei 2026 | 12:42 WIB
PT Semen Padang bersama Unand dan DLH Sumbar menggelar workshop budidaya maggot BSF untuk pengolahan sampah organik berkelanjutan.
PT Semen Padang bersama Unand dan DLH Sumbar menggelar workshop budidaya maggot BSF untuk pengolahan sampah organik berkelanjutan.

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM — PT Semen Padang bersama FMIPA Universitas Andalas dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat menggelar workshop budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Belimbing Indah itu digelar dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan melibatkan peserta dari Pondok Pesantren MTI Kapau, Kabupaten Agam.

Workshop tidak hanya menghadirkan edukasi tentang pengelolaan sampah organik, tetapi juga praktik langsung budidaya maggot BSF yang dinilai efektif mengurai limbah rumah tangga dan sisa makanan dalam waktu singkat.

Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan mulai dari proses pemilahan sampah, pengelolaan media budidaya, hingga pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak bernilai ekonomis.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tikungan Jalan Sumbar-Riau, Delapan Penumpang APV Luka-luka

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan dukungan perusahaan terhadap kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam menjaga lingkungan.

“Dukungan terhadap kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam melestarikan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Maggot BSF Dinilai Efektif Kurangi Sampah Organik

Budidaya maggot Black Soldier Fly mulai banyak dikembangkan karena mampu membantu mengurangi volume sampah organik secara signifikan. Larva BSF diketahui dapat mengurai limbah organik rumah tangga, pasar, hingga lingkungan pesantren dengan cepat dan minim bau.

Baca Juga: 65 Siswa ICBS Payakumbuh Lolos ke Universitas Al-Azhar Mesir, Terbanyak di Sumbar

Selain membantu pengelolaan sampah, maggot juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas dengan kandungan protein yang cukup tinggi.

Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah yang tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat Tasliatul Fuaddi, Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas Admi Nazra, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Harnes, Ketua MTI Kapau Ilham, serta sejumlah dosen dan peneliti Universitas Andalas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini 20 Mei 2026, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Petir

Kolaborasi Lingkungan dan Pendidikan

PT Semen Padang menilai kolaborasi antara industri, pemerintah, dan dunia pendidikan menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

Melalui program edukasi seperti workshop budidaya maggot BSF, masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pengolahan limbah organik.

Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan agen perubahan di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar agar semakin peduli terhadap isu lingkungan dan pengurangan sampah.

Sinergi lintas sektor itu dinilai menjadi contoh nyata bagaimana upaya pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana namun memberi dampak luas bagi keberlanjutan lingkungan di Sumatera Barat.(*)

Editor : Hendra Efison
#sampah organik Sumbar #workshop lingkungan #pengolahan limbah organik #pt semen padang #Budidaya Maggot BSF