Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Diet Ketogenik jadi Terapi Pendukung Epilepsi

Adriyanto Syafril • Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:05 WIB
RSUP DR M DJAMIL menggelar sosialisasi tentang diet ketogenik sebagai salah satu pendekatan terapi gizi, Jumat (22/5). (DOK RSUP DR M DJAMIL)
RSUP DR M DJAMIL menggelar sosialisasi tentang diet ketogenik sebagai salah satu pendekatan terapi gizi, Jumat (22/5). (DOK RSUP DR M DJAMIL)

PADEK.JAWAPOS.COM - RSUP Dr. M. Djamil menggelar kegiatan edukasi kesehatan yang digelar oleh Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersama Instalasi Gizi di Poliklinik Anak Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (22/5).

Kegiatan itu menghadirkan narasumber Wahyu Fitriani, SKM, RD yang membahas mengenai diet ketogenik sebagai salah satu pendekatan terapi gizi, khususnya bagi anak dengan epilepsi dan sindrom epilepsi.

Edukasi tersebut mendapat perhatian dari pasien dan keluarga pasien yang hadir karena diet ketogenik kini semakin dikenal masyarakat, meskipun penerapannya masih membutuhkan pemahaman yang tepat dan pengawasan tenaga kesehatan.

Dalam pemaparannya, Wahyu Fitriani menjelaskan bahwa diet ketogenik merupakan pola makan dengan kandungan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat. Pola makan tersebut dirancang agar tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama menggantikan karbohidrat. Kondisi ini dikenal dengan istilah ketosis.

“Tujuan utama diet ketogenik adalah mendorong tubuh masuk ke kondisi ketosis, di mana tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama, bukan karbohidrat. Diet ini bukan sekadar pola makan biasa, tetapi terapi yang dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan,” jelas Wahyu Fitriani.

Dalam kegiatan itu, ia turut didampingi Farhinza Oktriani, S.Tr.Gz dan Rementi ButarButar, S.Gz. Wahyu menerangkan bahwa diet ketogenik telah banyak digunakan sebagai terapi tambahan pada pasien epilepsi, terutama anak-anak yang mengalami kejang berulang dan belum sepenuhnya merespons obat antikejang.

Menurutnya, kejang terjadi akibat gangguan interaksi antar sel saraf di otak yang menggunakan impuls listrik untuk berkomunikasi.

“Gejala kejang merupakan kelainan pada interaksi antar sel saraf otak. Sel saraf berinteraksi menggunakan impuls listrik, dan gangguan pada impuls listrik inilah yang mengakibatkan kejang. Ketika obat antikejang belum memberikan hasil optimal pada beberapa pasien, maka pemberian diet ketogenik dapat menjadi salah satu terapi pendukung yang dioptimalkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa diet ketogenik memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasien dan kebutuhan terapi. Jenis tersebut meliputi diet ketogenik klasik, diet ketogenik MCT atau Medium Chain Triglyceride, diet modifikasi Atkins, hingga diet rendah indeks glikemik.

Dalam edukasi tersebut, Wahyu juga memberikan contoh menu yang biasa diterapkan dalam diet ketogenik, seperti ikan lele goreng, sup ayam, daging ungkep, orak-arik telur dengan labu siam, hingga tumis kangkung.

 

Meski terlihat sederhana, ia menegaskan seluruh menu tetap harus dihitung dan disusun sesuai kebutuhan gizi masing-masing pasien. “Keberhasilan diet ketogenik tidak hanya bergantung pada makanan yang dikonsumsi, tetapi juga disiplin keluarga dalam menjalankan pola makan yang telah direncanakan bersama tenaga kesehatan,” katanya.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, RSUP Dr. M. Djamil berharap masyarakat semakin memahami pentingnya terapi gizi dalam mendukung pengobatan pasien, terutama anak dengan epilepsi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menerapkan pola diet tertentu agar manfaat yang diperoleh lebih optimal dan aman bagi pasien. “Edukasi kesehatan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menerapkan pola diet tertentu, sehingga manfaat yang diperoleh dapat optimal dan aman bagi pasien,” tutup Wahyu Fitriani. (rel)

Editor : Adriyanto Syafril
#RSUP M Djamil