Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Preeklampsia Bisa Fatal bagi Ibu dan Bayi

Adriyanto Syafril • Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:10 WIB
RSUP Dr M Djamil Padang menggelar edukasi kesehatan di Poliklinik Kebidanan Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (22/5). (DOK RSUP DR M DJAMIL)
RSUP Dr M Djamil Padang menggelar edukasi kesehatan di Poliklinik Kebidanan Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (22/5). (DOK RSUP DR M DJAMIL)

PADEK.JAWAPOS.COM - Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, RSUP Dr. M. Djamil terus menghadirkan edukasi kesehatan yang informatif dan mudah dipahami masyarakat.

Dalam rangka memperingati Hari Preeklampsia Sedunia, rumah sakit yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menggelar kegiatan edukasi kesehatan di Poliklinik Kebidanan Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat (22/5).

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersama Departemen Ibu dan Anak RSUP Dr. M. Djamil dengan menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fetomaternal, Dr. dr. Roza Sriyanti, didampingi PPDS Obstetri dan Ginekologi, dr. Ghina Harisa Amalia.

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Preeklampsia: Kenali Tanda Bahaya, Lindungi Ibu dan Bayi”, keduanya mengajak masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk memahami bahaya preeklampsia dan pentingnya deteksi dini selama masa kehamilan.

dr. Ghina Harisa Amalia menjelaskan bahwa preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang biasanya muncul setelah usia kehamilan memasuki 20 minggu. Kondisi tersebut ditandai dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi dan sering disertai protein berlebih dalam urin atau proteinuria.

Menurutnya, preeklampsia dapat memengaruhi berbagai organ vital ibu, seperti ginjal, hati, hingga otak sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan medis secara cepat.

“Preeklampsia bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu dan dapat menimbulkan komplikasi serius yang berpotensi fatal bagi ibu maupun bayi apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar dr. Ghina.

Ia menjelaskan sejumlah tanda bahaya preeklampsia yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Gejala tersebut meliputi sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, sesak napas, mual dan muntah mendadak, serta nyeri pada bagian atas perut.

Selain itu, pembengkakan yang terjadi secara tiba-tiba, kenaikan berat badan drastis, hingga tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 mmHg juga menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan.

Dalam pemaparannya, dr. Ghina juga menyebutkan beberapa kelompok ibu hamil yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami preeklampsia. Di antaranya ibu dengan kehamilan pertama, usia terlalu muda atau terlalu tua saat hamil, memiliki riwayat keluarga dengan preeklampsia, kehamilan kembar, hingga ibu yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.

 

Menurutnya, pemeriksaan kehamilan rutin menjadi langkah utama untuk mendeteksi preeklampsia sedini mungkin. Hal tersebut penting karena preeklampsia pada beberapa kasus dapat muncul tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.

“Pemeriksaan rutin sangat penting karena preeklampsia kadang muncul tanpa gejala yang jelas di awal. Dengan kontrol kehamilan yang teratur, kondisi ibu dan bayi dapat dipantau sehingga risiko komplikasi dapat dicegah lebih dini,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat selama kehamilan dan tidak melewatkan jadwal pemeriksaan kehamilan bersama tenaga kesehatan terpercaya.

Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan disebut menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

“Jangan lewatkan satu pun jadwal kontrol ke dokter atau bidan. Lindungi diri Anda dan si kecil dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dan segera periksakan diri apabila merasakan tanda bahaya selama kehamilan,” ajaknya.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, RSUP Dr. M. Djamil berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini preeklampsia guna mencegah komplikasi yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi. (rel)

Editor : Adriyanto Syafril
#RSUP M Djamil