Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Investor Pasar Modal di Sumbar Tumbuh Signifikan, Nilai Saham Naik Rp598 Miliar

Admin Padek • Kamis, 2 November 2023 | 21:51 WIB
Photo
Photo

PADEK.JAWAPOS.COM-Sebagai upaya terus meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai anggota BEI dan Galeri Investasi, terus aktif menggelar berbagai kegiatan edukasi keuangan terkait investasi di pasar modal.


Kepala BEI Perwakilan Sumbar Early Saputra peningkatan inklusi keuangan berdampak pada peningkatan jumlah investor dari waktu ke waktu. Kenaikan jumlah investor ini juga diikuti peningkatan nilai investasi atau aset investor, termasuk saham perusahaan tercatat dan aset non-saham seperti obligasi dan reksadana.

Buktinya, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), saat ini jumlah investor pasar modal ber-KTP Sumbar mencapai 164.308 SID All. Angka ini mengalami peningkatan 19.235 investor dibandingkan akhir Desember 2022.

Pada periode yang sama, nilai aset saham juga mengalami kenaikan signifikan yakni mencapai Rp598 miliar menjadi total Rp1,6 triliun.

Dalam hal kepemilikan saham, kata Early, didominasi investor dari kalangan karyawan swasta dan pelajar/mahasiswa. "Tidak hanya itu. Mayoritas investor saham berusia muda, berada di bawah usia 40 tahun, menunjukkan minat generasi muda dalam berinvestasi di pasar modal," tambahnya.

Pengaruh Influencer

Lebih lanjut disampaikan Early, perkembangan teknologi informasi dan sosial media turut berdampak pada peningkatan literasi keuangan di masyarakat secara umum. Namun, ada risiko terkait pemahaman yang kurang tepat dan salah interpretasi dari berbagai konten digital yang disajikan oleh para influencer keuangan.

Untuk mengatasi hal itu, BEI telah meluncurkan Program Duta Pasar Modal, yang bekerja sama dengan berbagai Galeri Investasi di berbagai perguruan tinggi.

Dalam program ini, kata Early, semua mahasiswa aktif dari kampus-kampus tersebut memiliki kesempatan mengikuti program literasi keuangan yang disediakan oleh OJK melalui portal LMSKU OJK, terutama yang berkaitan dengan pasar modal.

Mereka akan diajarkan berbagai modul literasi keuangan dan diberi kesempatan untuk menciptakan berbagai kegiatan dan publikasi digital terkait pasar modal.

Para peserta aktif dalam program ini akan bersaing selama periode 3 bulan hingga 1 tahun. Program Duta Pasar Modal ini resmi diluncurkan pada 26 Oktober 2023, bertepatan dengan pelaksanaan Capital Market & Investment Expo (CMSE) 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Program ini diharapkan akan membantu generasi muda dalam memahami pasar modal dengan lebih baik, serta meminimalkan risiko pemahaman yang salah dari konten digital yang tersebar luas. Selain itu, program ini langkah konkret dalam menggalakkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa di Indonesia," kata Early.(rel) Editor : Admin Padek
#literasi keuangan #Early Saputra #inklusi keuangan #Aset saham #Duta Pasar Modal #ksei #investor Sumbar #influencer keuangan #otoritas jasa keuangan #BEI Sumbar #Investor pasar modal #bursa efek indonesia #pasar modal #kustodian sentral efek indonesia