Dengan dibukanya kembali penerbangan Padang-Singapura, maka wisatawan dari luar negeri terutama lewat negara tetangga itu bakal banyak yang berkunjung.
Zuhrizul menyebutkan bahwa salah satu tantangan besar pariwisata Sumbar adalah minimnya rest area yang layak untuk kuliner maupun kebutuhan dasar wisatawan, seperti toilet.
"Rest area yang higienis adalah kebutuhan utama wisatawan, terutama dari Singapura, yang sangat sensitif terhadap kebersihan. Tidak cukup hanya bersih, fasilitas harus sesuai standar internasional," ujar Zuhrizul.
Menurutnya, destinasi seperti Lembah Anai, Puncak Paku Mandeh, dan Kebun Teh Alahanpanjang sering menjadi perhentian favorit wisatawan.
Namun, kondisi fasilitas saat ini, termasuk toilet dan kios pedagang, banyak dianggap kurang memadai untuk meningkatkan citra pariwisata Sumbar.
"Jika wisatawan atau agen perjalanan menghadapi pengalaman buruk, seperti toilet kotor atau kios tidak tertata, Sumbar berisiko di-blacklist oleh agen perjalanan internasional. Ini bisa memicu dampak buruk seperti yang dialami Tiger Airways dan AirAsia saat jalur Singapura-Padang sepi penumpang," tambahnya.
Untuk itu, Zuhrizul mengusulkan beberapa solusi. Yakni pembangunan Rest Area Modern dengan menggeser lokasi kios di kawasan Kebun Teh Alahanpanjang, sedikit ke belakang untuk menyediakan lahan parkir luas bagi bus wisata.
Selain itu, perlu dibangun kios UMKM kuliner dengan ragam menu khas Minang, seperti sate, nasi Padang, dan jus tradisional di rest area itu.
"Terpenting lagi, harus ada fasilitas toilet kering modern dan mushala yang nyaman sesuai standar internasional," ingat Zuhrizul yang juga Ketua Tim Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Wisata Sumatera Barat.
Lembah Anai, yang sering menjadi lokasi favorit untuk berfoto, juga perlu perhatian khusus.
Menurutnya, toilet yang layak dan estetika kios pedagang akan meningkatkan pengalaman wisatawan dan memperkuat daya jual Sumbar sebagai destinasi internasional.
Zuhrizul berharap pihak terkait segera bertindak untuk membenahi fasilitas ini agar penerbangan Scoot yang akan datang dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pariwisata Sumbar.(*)
Editor : Heri Sugiarto