Laporan — Two Efly, Taeh Baruh
Memasuki tahun ketiga pasca konversi, PT. BPRS Taeh Baruah mulai mencatatkan lompatan kinerja. Tak tanggung-tanggung capaian kinerja re rata berada di atas 100 persen. Mulai dari realisasi Asset, Pembiayaan (kredit-red), Pendanaan (Dana Pihak Ketiga) hingga ke besaran laba usaha yang mampu dibukukan.
"Alhamdulillah tahun 2024 kinerja PT. BPRS Taeh Baruah benar benar bangkit dan pulih. Total Asset tercapai Rp 73,48 Miliar, Pembiayaan tersalurkan sebesar Rp 59,05 Miliar, Pendanaan terhimpun sebanyak Rp 36,81 Miliar dan Laba bersih usaha naik dari Rp 620 juta (2023) menjadi Rp 1 Miliar (2024) atau tercapai 101,67 persen dari target Rencana Bisnis Bank (RBB). Walaupun terjadi peningkatan NPF dari 1,04 pada tahun 20023 menjadi 2,52 pada thun 2024, namun biaya operasional dapat ditekan sebagaimana Ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) turun dari 86,41 menjadi 85,42 persen. Semoga di tahun 2025 ini kinerja PT. BPRS Taeh Baruah bisa jauh lebih baik lagi," ujar Direktur Utama PT. BPRS Taeh Baruah, Putra Edison, yang didampingi Direkturnya Rizka Hasan kepada Padang Ekspres, Rabu (19/2/2025).
Menurut Putra Edison, berhasilnya manajemen PT. BPRS Taeh Baruah membukukan pos-pos yang melampaui target kinerja karena berjalan baiknya program-program kerja tahunan dalam RBB. Baik dalam menghimpun dana maupun dalam mendistribusikan dana kembali dalam bentuk Pembiayaan.
Asset dan Pendanaan
Dari Laporan Keuangan Publikasi tahun 2024 tercatat total asset PT. BPRS Taeh Baruah sebanyak Rp 73,48 Miliar. Realisasi asset ini tumbuh 66,03 persen secara year on year. Besaran asset ini juga tercapai 140,75 persen dari target yang dituangkan dalam RBB.
Melambung tingginya realisasi asset sama-sama dikontribusi oleh membaiknya kinerja Pendanaan, baik itu dana pihak ketiga juga dana-dana penempatan dari sesama BPR/S. Selanjutnya dana-dana tersebut dapat tersalurkan secara maksimal kepada Pembiayaan. Hingga akhir tahun 2024 tercatat total Pendanaan yang mampu dihimpun sebanyak Rp 36,81 Miliar dan Rp. 22,8 Miliar dari BPR/S sehingga tumbuh pesat dibandingkan tahun 2023 yang lalu.
Dari tiga produk Pendanaan, ketiganya sama-sama mencatatkan pertumbuhan. Tabungan Wadiah selama tahun 2024 terhimpun sebanyak Rp 1,58 Miliar. Sementara itu dana Investasi non Profit Sharing juga bertumbuh bagus. Tabungan Mudharabah tercatat sebanyak Rp 22,73 Miliar sedangkan Deposito terhimpun sebanyak Rp 12,47 Miliar. Seluruh pendanaan ini juga bertumbuh secara year on year.
Pembiayaan, Beban Operasional dan Pendapatan
Pencapaian kinerja yang tak kalah lebih bagus terpantau pada Pembiayaan. Selama tahun 2024 pembiayaan yang mampu disalurkan tercatat sebanyak Rp 59,04 Miliar atau tumbuh 61,62 persen dibandingkan Pembiayaan tahun 2023. Realisasi Pembiayaan ini juga tercapai 129,49 persen dari target dalam RBB. Pemicu tingginya peningkatan pembiayaan ini adalah dengan keikutsertaan kita pada pembiayaan bersama (sindikasi) dengan BPRS-BPRS di Jawa, Lombok, dan Batam.
Dari beragam produk Pembiayaan, Piutang Murabahah paling dominan. Per 31 Desember 2024 Piutang Murabaha tersalurkan sebanyak Rp 55,21 Miliar atau tumbuh 68,27 persen dan atau tercapai jauh melampaui target. Sementara itu Piutang Multi Jasa tercatat Rp 1,52 Miliar, Pembiayaan Bagi Hasil Mudharabah sebanyak Rp 1, 17 Miliar dan Musyakarah sebesar Rp 1,01 Miliar.
Bertumbuh tingginya Pembiayaan tentulah berdampak pada Pendapatan Operasional. Total Pendapatan Operasional yang mampu dibukukan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 7,46 Miliar atau tumbuh 54,83 persen. Pendapatan Operasional ini tercapai 133,33 persen dari target. Sementara itu beban operasional sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 5,13 Miliar atau juga bertumbuh secara year on year
Kualitas Aktiva Produktif dan Laba
- BPRS Taeh Baruah selalu berupaya keras untuk menjaga Kualitas Aktiva Produktif agar selalu dalam kondisi sehat, yang mana ketentuan untuk Kualitas Aktiva Produktif BPRS yang sangat baik adalah >93% sedangkan untuk BPRS Taeh Baruah pada tahun 2024 sebesar 97,51%
Kualitas pembiayaan sepanjang tahun 2024 terlihat sedikit menurun dengan meningkatnya ratio Non Perfomance Fund (NPF) dari 1,04 menjadi 2, 52 persen, namun masih dalam predikat sangat baik dan sehat.
Selain kualitas Pembiayaan yang sehat, penerapan prinsip efisien dan efektif dalam operasional juga mampu diwujudkan. Buktinya, ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) bisa ditekan jadi 85,42 persen.
"Asset yang bertumbuh, Pembiayaan yang meningkat dan kualitas aktiva produktif yang kian bagus itulah berdampak positif pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 620 juta ditahun 2023 naik tajam menjadi Rp 1 Miliar atau tumbuh 62,4 persen secara year on year atau tercapai 101,67 persen dari target yabg dituangkan dalam RBB," ucap Putra Edison.
Dari data Padang Ekspres, PT. BPRS Taeh Baruah merupakan salah satu BPR konvesional yang berhijrah menjadi BPRS. Sebelum konversi BPR ini terpantau berkinerja sangat bagus dan meraih beragam penghargaan.
Setelah memutuskan konversi, BPRS ini membutuhkan waktu relatif singkat untuk adjusment kinerja. Memasuki tahun 2024, BPRS yang beroperasional di Kabupaten Limapuluh Kota ini dan telah memiliki kantor cabang di Kota Payakumbuh ini berhasil mencatatkan lompatan kinerja.
"Saat ini kita sudah on the track, atas nama manajemen kami menyampaikan terima kasih untuk kerjasamanya. Semoga tahun 2025 ini PT. BPRS Taeh Baruah kembali membukukan lompatan kinerja. (*)
Editor : Hendra Efison