“Kita akan review total. Seperti apa nanti perbaikan-perbaikan yang bisa kita lakukan ke depan,” ujar Erick saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (1/3/2025).
Selain itu, Erick mengungkapkan bahwa Kementerian BUMN akan melakukan konsolidasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, dan pemangku kepentingan lainnya guna mencari solusi konkret.
Erick juga menegaskan akan kooperatif dengan Kejaksaan Agung yang sedang mengusut dugaan korupsi di Pertamina Patra Niaga. “Saya rapat sampai jam 11 malam. Mengenai isu apakah ini blending, oplosan, kami tidak mau berargumentasi. Tetapi, kalau itu ada oplosan di titik tertentu, Kejaksaan sedang menggali. Apakah blending?” ujarnya.
Mantan bos Inter Milan itu juga mengungkapkan kemungkinan penggabungan atau merger beberapa unit dalam struktur Pertamina. Termasuk unit pengolahan dan distribusi untuk menghilangkan transaksi internal yang tidak efisien.
“Apakah ini mungkin ada satu-dua perusahaan yang harus dimergerkan supaya nanti antara kilang dan (Pertamina) Patra Niaga tidak ada exchange penjualan. Kita review nggak apa-apa. Ini kan bagian dari improvisasi,” katanya.
Terkait dengan adanya direksi di anak usaha Pertamina yang terseret kasus dugaan korupsi, Erick mengungkapkan bahwa bulan ini akan digelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina yang memungkinkan adanya pergantian komisaris serta direksi. (jpg)
Editor : Hendra Efison