Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Getah Karet Bertahan Rp 13 Ribu Sekilo, Produksi Petani Sijunjung Menurun

Yulicef Anthony • Rabu, 26 Maret 2025 | 12:30 WIB

Seorang petani sedang memanen getah karet.(Jawapos)
Seorang petani sedang memanen getah karet.(Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harga getah karet di Kabupaten Sijunjung bertahan di kisaran Rp 12.000–Rp 13.000 per kilogram untuk kualitas basah dan Rp 19.000 per kilogram untuk kualitas kering (super).

Meski harganya lebih baik dibanding empat bulan lalu berkisar Rp 10.000-Rp 13.000 per kilogram, petani menghadapi tantangan penurunan produksi akibat cuaca.

Afrison, 47, seorang petani Nagari Paru, Kecamatan Sijunjung menyebut getah karet rata-rata dijual Rp 12.000 per kilogram. Sementara untuk getah kering atau super/premium Rp 19.000 per kilogram. Getah kering lebih ringan dibanding getah basah meski bobotnya sama.

“Mayoritas petani menjual getah basah karena prosesnya lebih cepat, bisa dijual seminggu sekali. Sementara getah kering butuh waktu pengeringan terlebih dahulu,” ujar Afrison.

Menurutnya, dengan harga sekarang, masyarakat pemilik getah karet sedikit merasa lebih lega dibanding waktu sebelumnya. Dimana untuk getah basah hanya dibanderol Rp 10.000 per kilogram dan sekarang Rp 12.000-19.000.

“Namun yang jadi persoalan kini adalah hasil panen getah petani rata-rata menurun yang disebabkan oleh faktor cuaca,” jelasnya. 

Di saat harga murah, banyak petani mencari penghasilan tambahan sepulang dari ladang, seperti mencari kayu bakar, mengumpulkan hasil hutan, serta jadi buruh serabutan. Guna membiaya biaya kebutuhan hidup sehari-hari. 

“Harusnya harga jual karet Rp 20.000 per kilogram. Namun dengan harga sekarang Rp 12.000 per kilogram, jadi jugalah,” tukas Afrison.

Petani lainnya, Edi Katik di Nagari Sijunjung mengungkapkan, menggarap tanaman karet banyak suka dukanya. Bila hari hujan maka proses menyadap tidak dapat dilakukan lantaran wadah penampungan di pangkal batang penuh air.

Dalam situasi ini banyak pemilik lahan berhutang di kedai-kedai, bahkan terlilit utamg ke tauke. Seperti diketahui, getah karet di Kabupaten Sijunjung termasuk kualitas terbaik di Sumbar dan sejauh ini menjadi sumber ekonomi unggulan masyarakat wilayah Sijunjung.

Namun karena harga karet senantiasa lemah, perekonomian masyarakat susah dapat bergairah. Getah karet juga menjadi sektor unggulan bagi masyarakat setempat.

Bila harga naik maka akan membaik pula ekonomi nagari tersebut, kaum ibu-ibu bisa belanja ke pasar. Namun bila turun, ekonomi keluarga terasa susah. (atn)

Editor : Novitri Selvia
#getah karet #Getah kering #Nagari Paru