Total Aset tercapai Rp90,89 Miliar, realisasi Pembiayaan yang mampu disalurkan Rp65,23 Miliar, Pendanaan yang dihimpun sebesar Rp57,12 Miliar dan Laba Bersih Usaha tahun berjalan Rp2,12 Miliar. Seluruh indikator usaha ini bertumbuh secara year on year.
Laporan – Two Efly, Pandai Sikek
Berstatus sebagai sebagai pioner BPRS di Sumbar dengan kinerja sangat bagus masih mampu dirawat dengan baik oleh manajemen PT BPRS Haji Miskin di tahun 2024. Selain total Aset yang terus merangkak naik, pembiayaan yang mampu disalurkan pun semakin banyak.
Begitu juga dengan pendanaan dan besaran laba yang berhasil dibukukan. Selain itu, Kualitas Aktiva Produktifnya pun semakin bagus seiring rendahnya ratio NPF dan ratio BOPO sebagai tanda bagusnya kualitas pembiayaan dan tata kelola biaya.
“Alhamdulillah tahun 2024 ini kita di BPRS Haji Miskin masih mampu menorehkan pertumbuhan usaha. Mulai dari nilai aset, Pembiayaan hingga ke besaran laba. Total Aset tercatat Rp 90,89 Miliar, realisasi Pembiayaan sebanyak Rp 65,23 Miliar, Pendanaan yang mampu dihimpun sebanyak Rp 57,12 Miliar. Sementara itu Laba Bersih Usaha Berjalan berhasil ditingkatkan dari Rp1,97 Miliar naik menjadi Rp 2,12 Miliar. Seluruh indikator usaha ini bertumbuh secara year on year. Mudah-mudahan trend positifnya masih mampu kami pertahankan di tahun 2025 ini,” ujar Direktur Utama PT BPRS Haji Miskin, Hendri Kamal kepada Padang Ekspres, Sabtu (27/4/2025).
Menurut Hendri Kamal, berhasilnya BPRS Haji Miskin menorehkan pertumbuhan tak terlepas dari kuatnya dukungan nasabah yang ingin bermitra secara islami. Baik kerja sama dalam penempatan dana maupun untuk mendapatkan pembiayaan. Selain itu, rencana kerja tahun 2024 yang dituangkan dalam Rencana Binis Bank (RBB) dapat berjalan dengan baik. Akumulasi positif inilah yang bermuara pada capaian kinerja PT BPRS Haji Miskin.
Aset dan Dana
Dikutip dari laporan keuangan Publikasi tahun 2024 tercatat total Aset PT BPRS Haji Miskin sebesar Rp 90,89 Miliar. Realisasi Aset ini bertumbuh 5,98 persen secara year on year. Selain bertumbuh, realisasi Aset ini juga mencapai target yang tertuang dalam RBB.
Bertumbuhnya Aset sama sama dikontibusi oleh membaiknya kinerja dana dan pembiayaan. Total Pendanaan yang mampu dihimpun sebanyak Rp 57,12 Miliar yang terdiri dari Tabungan Wadiah sebesar Rp 8,66 Miliar, Tabungan Mudharaba sebanyak Rp 12,49 Miliar dan Deposito Mudharaba sebesar Rp 36,01 Miliar.
Pembiayaan dan Pendapatan
Sedikit berbeda dengan Pendanaan, kinerja Pembiayaan justru mampu tumbuh double digit. Total pembiayaan yang berhasil disalurkan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 69,23 Miliar. Realisasi pembiayaan ini bertumbuh double digit secara year on year.
Dari enam bentuk pembiayaan yang disalurkan semuanya berkontribusi mencatatkan pertumbuhan. Pembiayaan Muarabah merupakan pembiayaan yang paling diminati dengan nilai sebesar Rp 53,75 Miliar. Realisasi Piutang Murabaha ini bertumbuh 6,04 persen secara year on year. Begitu juga dengan Piutang Multijasa yang tercapai Rp1,62 Miliar, Piutang Qard sebesar Rp 157 Juta, Piutang Sewa sebesar Rp 56 Juta dan bagi hasil Mudharaba sebanyak Rp 1,26 Miliar dan bagi hasil piutang Musyakarah sebanyak Rp 8,39 Miliar atau tumbuh 47,45 persen secara year on year.
Bertumbuhnya pembiayaan tentulah berdampak pada pendapatan. Pendapatan atas penyaluran dana tercatat sebanyak Rp 13,12 Miliar. Realisasi pendapatan atas distrubusi dana ini bertumbuh 15,19 persen secara year on year.
NPF, BOPO dan Laba
Selain bagus dan menorehkan pertumbuhan usaha, manajemen PT BPRS Haji Miskin tahun 2024 juga berhasil meningkatkan Kualitas Aktiva Produktifnya (KAP). Capaian ini terlihat jelas seiring kian bagusnya kualitas kredit PT BPRS Haji Miskin dengan capaian ratio Non Perfomance Fund (NPF) sebesar 2,28 persen. Artinya, dari Rp 65,23 Miliar total pembiayaan yang disalurkan 97,72 persen berada dalam status sehat dan lancar.
Begitu juga dengan tata kelola biaya. Selama tahun 2024 manajemen mampu mengendalikan roda operasional perusahaan dengan efisien dan efektif. Ini terlihat jelas dari capaian ratio Biaya Operasional berbading Pendapatan Operasional (BOPO) yang tercatat 84,99 persen.
“Aset yang bertumbuh, realisasi pembiayaan yang meningkat dan tata kelola biaya yang berjalan bagus inilah berdampak pada capaian laba. Laba bersih usaha berjalan berhasil ditingkatkan dari Rp 1,97 Miliar naik menjadi Rp 2,12 Miliar atau bertumbuh 7,61 persen secara year on year,” ujar Hendri Kamal yang hobi olah raga bersepeda dan naik gunung ini.
Dari data Padang Ekspres, PT BPRS Haji Miskin merupakan salah satu pioneer BPR Syariah di Sumatera Barat. BPRS yang berkantor pusat di Pandai Sikek, Kabupaten Tanahdatar ini selalu menjadi role model bagi BPR di Sumbar yang Sumbar yang akan melakukan konversi. Selain rujukan sistem operasional, manajemen PT BPRS Haji Miskin juga acap kali dijadikan mentor untuk peningkatan kapasitas karyawan di sejumlah BPRS di Sumbar.
Selain personil dari BPRS Haji Miskin yang menjadi rujukan, secara kelembagaan BPRS ini juga acap kali meraih apresiasi. Mulai dari Infobank, Golden Award Infobank. The Best Syariah dari Majalah Finance hingga ke apresiasi lainnya. (*)
Editor : Hendra Efison