Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kementerian UMKM Luncurkan Digitalisasi Pasar Tradisional Berbasis AI, Dorong Transaksi Nontunai

Rommy Delfiano • Rabu, 28 Mei 2025 | 09:55 WIB

Menteri UMKM Maman Abdurrahman melakukan peluncuran aplikasi pasar tradisional di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (27/5).(Foto: Humas)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman melakukan peluncuran aplikasi pasar tradisional di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (27/5).(Foto: Humas)
PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi meluncurkan program Digitalisasi Pasar Tradisional Berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari upaya modernisasi ekosistem UMKM.

Program ini digelar bekerja sama dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) dan platform digital MPStore, dan ditandai dengan peluncuran perdana di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (27/5).

Menteri UMKM Maman Abdurahman mengatakan, digitalisasi pasar tradisional merupakan terobosan penting untuk mendongkrak kembali aktivitas ekonomi di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

“Pasar tradisional selama ini identik dengan kesan kumuh dan minim teknologi. Padahal, pasar adalah pusat kegiatan ekonomi rakyat. Maka diperlukan optimalisasi teknologi digital agar transaksi bisa meningkat dan lebih efisien,” ujar Menteri Maman.

Melalui program ini, para pedagang pasar tradisional akan difasilitasi untuk melakukan transaksi secara cashless atau nontunai, yang dinilai lebih praktis dan modern.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan ini tidak menggantikan metode transaksi konvensional, melainkan menambah opsi baru dengan dukungan digital.

Digitalisasi Secara Bertahap di Enam Provinsi

Menteri Maman menjelaskan, program digitalisasi akan mulai diterapkan di enam provinsi dan secara bertahap diperluas ke seluruh Indonesia.

Dengan memanfaatkan ekosistem digital, para pedagang diharapkan dapat menggandakan omzet harian mereka serta memperluas jangkauan pasar.

“Kami juga mengembangkan Super Apps SAPA UMKM, yang akan mengintegrasikan seluruh transaksi, pemasaran, hingga rantai pasok global. Ini akan menjadi platform besar untuk memperkuat keberadaan UMKM Indonesia di era digital,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pasar tradisional di Indonesia diperkirakan mencapai 17.443 unit pada tahun 2024.

Transformasi digital ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing pedagang pasar di tengah era industri 4.0.

Dukungan dari IKAPPI dan MPStore

Ketua Umum IKAPPI, Abdullah Mansuri, mengapresiasi komitmen Kementerian UMKM dalam memajukan pasar tradisional melalui digitalisasi.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini omzet para pedagang pasar tradisional menurun hingga 50 persen akibat lesunya daya beli masyarakat.

“Digitalisasi ini adalah solusi nyata. Kami akan terus mendampingi pemerintah dalam memperluas inisiatif ini agar pasar kembali ramai,” ucap Abdullah.

Hal senada disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana. Ia menegaskan bahwa transformasi digital adalah keniscayaan.

“Pemerintah telah menyediakan infrastruktur seperti QRIS, yang mendukung kemudahan transaksi. Sekarang tinggal bagaimana pelaku UMKM bisa menyesuaikan diri,” katanya.

Peluncuran program ini turut dihadiri oleh CEO MP Store Abdul Muidz Aad dan Brand Ambassador MP Store Habib Husein Ja’far. Mereka menyatakan kesiapan mendukung ekosistem digital bagi pasar tradisional secara berkelanjutan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#SAPA UMKM #MPStore #transaksi cashless #ikappi #pasar tradisional berbasis AI #Digitalisasi Pasar Tradisional #Pedagang Tradisional #umkm #kementerian umkm