Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melihat Usaha ”Sarapan Pagi Ni Eta” di Payakumbuh, Makin Sukses Berkat KUR BRI

Syamsu Ridwan • Rabu, 4 Juni 2025 | 07:05 WIB

 

Usaha sarapan pagi ”Sarapan Pagi Ni Eta” di Koto Nan Ampek, Payakumbuh menjadi salah satu favorit warga sekitar.
Usaha sarapan pagi ”Sarapan Pagi Ni Eta” di Koto Nan Ampek, Payakumbuh menjadi salah satu favorit warga sekitar.
PADEK.JAWAPOS.COMDi salah satu sudut Jalan Soekarno-Hatta, Koto Nan Ampek, aroma nasi sup dan soto ayam menyeruak dari warung sederhana berwarna hijau terang. Dari balik dapur kecil, seorang pria paruh baya tersenyum ramah melayani pelanggan. Dialah Hendra, pemilik usaha sarapan pagi ”Sarapan Pagi Ni Eta” yang kini menjadi salah satu favorit warga sekitar.

Siapa sangka, usaha yang kini ramai pengunjung setiap pagi ini dulunya hanya bermodal 15 ketupat dan satu wajan nasi goreng. 

”Awalnya hanya ketupat dan nasi goreng. Waktu itu belum banyak modal, cuma cukup buat satu gerobak kecil,” kenang Hendra, yang memulai usahanya sekitar 12 tahun lalu menceritakan kepada Padang Ekpsres saat menyambangi warung tersebut, baru-baru ini.

Keberhasilan Hendra tak lepas dari peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ia akses melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia mengaku telah memanfaatkan fasilitas KUR sebanyak empat kali dalam periode tiga tahunan.

”Kalau tidak ada dana KUR, mungkin usaha saya ini tidak akan ada,” ujarnya.

Hendra pertama kali memperoleh dana KUR sebesar Rp 15 juta. Dana ini digunakan untuk memulai usahanya, termasuk membeli bahan baku dan perlengkapan dapur. 

Di periode kedua, ia kembali mendapatkan tambahan Rp 25 juta. Uang itu dimanfaatkannya untuk membeli gerobak tambahan dan memperluas menu. 

Kini, dengan KUR ketiga dan keempat, Hendra sudah bisa mengembangkan warungnya menjadi tempat makan besar dengan tujuh jenis menu sarapan dan berbagai pilihan minuman.

”Sekarang menu kami sudah banyak, dari ketupat gulai paku, ketupat gulai cubadak (nangka), pical, nasi goreng, nasi sup, nasi soto, sampai indomie goreng dan rebus,” tuturnya bangga. 

Tidak hanya makanan, warung Hendra juga menawarkan minuman seperti kopi panas, teh panas, hingga lemon tea, yang disajikan hangat maupun dingin.

Bagi Hendra, KUR BRI bukan sekadar pinjaman modal, tapi adalah jembatan menuju perubahan hidup. Ia menyebut proses pengajuan KUR yang mudah dan cepat sebagai salah satu alasan utama ia terus memilih BRI. 

”Dari survei usaha sampai pencairan, tidak pernah dipersulit. Datang ke bank, langsung cair,” katanya.

Dalam hal pembayaran, Hendra merasa terbantu dengan fleksibilitas tenor yang ditawarkan. Ia lebih memilih jangka waktu tiga tahun agar cicilan lebih ringan. 

”Kita sendiri yang tentukan mau satu, dua, atau tiga tahun. Saya pilih tiga tahun supaya tidak berat bayarnya,” jelasnya.

Kini, warung sarapan paginya sudah menjadi langganan warga sekitar. Setiap pagi, deretan motor memenuhi halaman depan warungnya, pertanda usahanya semakin berkembang. Dari ketupat sederhana, kini Hendra telah menyajikan harapan dalam setiap suapan. (*) 

 

Editor : Eri Mardinal
#payakumbuh #bri #sarapan pagi