Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi penyebab naiknya harga-harga tersebut, karena banyak petani gagal panen.
Komoditas yang mengalami kenaikan meliputi bawang merah, cabai merah, cabai setan, tomat, seledri, hingga ubi rambat. Akibatnya, konsumen, terutama kaum ibu rumah tangga, hanya mampu membeli dalam jumlah kecil untuk kebutuhan sehari-hari.
Firdaus, 28, seorang pedagang di pasar tersebut menjelaskan, musim kemarau menyebabkan hasil panen menurun drastis. Akibatnya, pasokan berkurang dan harga otomatis naik.
”Kalau hujan turun secara rutin, petani bisa panen normal. Tapi sekarang, jangankan untung, modal saja tidak kembali. Petani banyak yang merugi,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Minggu (20/7).
Ia menyebutkan, harga bawang merah ukuran kecil yang sebelumnya dijual Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 35 ribu. Sementara bawang merah ukuran sedang kini dijual seharga Rp 45 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram, naik sekitar Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu dari harga sebelumnya.
Tidak hanya bawang, harga cabai merah juga ikut meroket. Dari yang semula berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram, tergantung kualitas. Cabai setan pun mengalami kenaikan, dari Rp 32 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Harga daun seledri bahkan menembus angka Rp 60 ribu per kilogram. Sementara ubi rambat naik dari Rp5 ribu menjadi Rp 7 ribu per kilogram.
”Kenaikan ini membuat pembeli mengurangi jumlah belanja. Yang penting ada dulu, daripada dapur tak ngebul,” tutur Firdaus.
Purwanti, salah satu konsumen yang ditemui di pasar, mengaku terkejut dengan lonjakan harga bawang merah. Karena keterbatasan anggaran, ia terpaksa membeli dalam jumlah sedikit.
”Saya beli setengah kilogram saja, itu pun ukuran kecil. Memang repot dikupas, tapi kita siasati, dikupas dulu saat senggang. Jadi pas masak tinggal pakai,” katanya. (*)
Editor : Eri Mardinal